Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISA KEBISINGAN TERHADAP PEMOTONGAN KERAMIK DAN GRANIT DENGAN MATA POTONG YANG BERBEDA MENGGUNAKAN PEREDAM
Pengarang
NASRUL - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0804102010009
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2014
Bahasa
Indonesia
No Classification
620.23
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kebisingan merupakan bunyi yang tidak di inginkan dari suatu usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. Pada penelitian ini membuat peredam dari bahan yang terdiri dari busa biasa kasur (Foam), kayu/triplek. Berbentuk persegi empat ukuran panjang 50 cm, lebar 50 cm, tinggi 28 cm, peredam diletakan di bawah keramik dan granit pada waktu pemotongan untuk mengurangi tingkat kebisingan yang terjadi. Pada penelitian ini digunakan 2 jenis benda kerja yaitu granit dan keramik, granit terbuat dari batuan yang keras dan kuat, sedangkan keramik terbuat dari tanah liat yang telah mengalami pembakaran, keduanya memiliki sifat mekanis yang keras dan getas, sehingga pada saat pemotongan dengan menggunakan gerinda akan menghasilkan suara yang sangat keras. Pengukuran kebisingan menggunakan alat Sound Level Meter Norsonic Type 131. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebisingan pemotongan keramik dan granit menggunakan peredam, untuk mereduksi kebisingan yang dihasilkan pada pemotongan granit dan keramik. Penelitian menggunakan mesin gerinda tangan dengan menggunakan 5 jenis mata potong yang berbeda, pengukuran tingkat kebisingan dilakukan dengan jarak yang berbeda-beda yaitu mulai dari titik terdekat untuk operator dengan jarak 0,3 m, 0,5 m dan 1 m, kemudian untuk lingkungan dengan jarak 5 m, 10 m dan 15 m. Pada pemotongan keramik menggunakan peredam busa (densitas 30) tebal 5 cm dibandingkan dengan tidak menggunakan peredam (Muhammad Taufan) telah terjadi penurunan tekanan suara sebesar 23,68 dBA atau sebesar 23 % dan pada pemotongan granit juga terjadi penurunan tekanan suara sebesar 27,2 dBA atau sebesar 27 %, berdasarkan (Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor Kep. 51/MEN/1999 tanggal 16 April 1999) tanpa menggunakan alat pelindung telinga, maka waktu pemaparan kebisingan yang diizinkan terhadap manusia dalam satu hari yaitu selama 4 jam, jika melebihi jangka waktu tersebut menurut (Sastrowinoto, 1985) pengaruhnya terhadap manusia yaitu dalam waktu terus menerus (kontinyu) kelelahan mental dan fisik, psikomatis dan perasaan jengkel dan jika tidak menggunakan peredam hanya dapat berkerja selama 2 menit
Kata Kunci : Kebisingan, Granit, Keramik, Peredam dan Sound Level Meter
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS KEBISINGAN TERHADAP PEMOTONGAN GRANIT DAN KERAMIK DENGAN MATA POTONG YANG BERBEDA (MUHAMMAD TAUFAN, 2014)
ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN AKIBAT PEMOTONGAN KERAMIK DINDING (Dedi Surya, 2013)
ANALISIS KEBISINGAN DAN KEKASARAN PERMUKAAN PADA PEMOTONGAN DENGAN MENGGUNAKAN POLA LURUS PADA MESIN AGMA A8 (Muhammad Prima Syahputra, 2016)
ANALISA KEBISINGAN YANG DIHASILKAN MESIN PEMOTONG BATU AKIK MENGGUNAKAN PEREDAM (Muntazillah, 2016)
ANALISIS PEREDAMAN MENGGUNAKAN GLASSWOOL PADA MESIN LOS ANGELES ABRASI (Nanang Azzindani, 2017)