<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="91836">
 <titleInfo>
  <title>EKSISTENSI DIRI REMAJA BERCADAR DI SOSIAL MEDIA INSTAGRAM (STUDI PADA REMAJA BERCADAR DI KOTA BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Winda Zahara</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Berfoto selfie dan video menggunakan cadar sepertinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia modern saat ini. Untuk berbagi moment dan kebutuhan akun sosial media atau sekedar ingin menunjukkan eksistensi diri. Setiap orang pasti ingin eksistensinya diakui oleh orang lain, begitu juga dengan remaja bercadar. Dalam konteks ini peneliti menemukan hubungan yang saling bertolak belakang antara konsep cadar yang secara aturan dalam agama dan implikasi nya dalam kehidupan di dunia maya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi atau faktor pendorong eksistensi diri remaja bercadar di kota Banda Aceh dalam menggunakan sosial media instagram dan untuk mengetahui bagaimana makna cadar pada remaja bercadar yang eksis di media sosial instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teori uses and gratification menunjukkan bahwa yang menjadi permasalahan utama bukanlah bagaimana media mengubah sikap dan perilaku khalayak tetapi bagaimana media memenuhi kebutuhan pribadi dan sosial khalayak. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara terhadap informan berjumlah 9 (sembilan) orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi atau faktor pendorong eksistensi diri remaja bercadar di kota Banda Aceh dalam menggunakan media sosial Instagram oleh muslimat bercadar memberi pengalaman terbaik berupa promosi usaha, mempermudah pekerjaan, informasi, diskusi, bertemu teman lama, serta mendapat teman baru. Makna cadar pada remaja bercadar yang eksis di media sosial Instagram merupakan suatu proses dimana sesama wanita bercadar untuk saling bersilaturahmi dan juga untuk mengikuti kajian-kajian atau dakwah yang sedang populer di kalangan remaja zaman milenial saat ini.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: Eksistensi Diri, Remaja Bercadar, Instagram&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>91836</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-07-12 18:54:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-07-15 11:41:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>