KEMAMPUAN SPASIAL SISWA SMP MELALUI ELPSA FRAMEWORK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KEMAMPUAN SPASIAL SISWA SMP MELALUI ELPSA FRAMEWORK


Pengarang

NURUL HAFNI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1706203020032

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Matematika (S2) / PDDIKTI : 84102

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Nurul Hafni (2021), Kemampuan Spasial Siswa SMP melalui ELPSA framework

Kemampuan spasial merupakan salah satu kemampuan yang diperlukan dalam
mempelajari geometri yang membutuhkan interpretasi visual. Untuk itu siswa
harus mengembangkan penginderaan spasialnya agar dapat memahami hubungan
dan sifat-sifat geometri dengan mudah. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa
kemampuan spasial siswa rendah. Siswa kesulitan dalam mengkontruksi dan
memvisualkan bentuk bangun geometri. Salah satu faktor penyebabnya yaitu
dalam proses belajar mengajar, peserta didik kurang dituntut untuk berpikir dalam
menemukan suatu pola jika bangun geometri ditransformasikan. siswa lebih
sering diberi informasi yang bersifat hafalan dan hitungan. Oleh karena itu,
melalui ELPSA framework diharapkan dapat menumbuhkembangkan
kemampuan spasial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui
kemampuan spasial siswa melalui ELPSA framework yang diajarkan secara
online, 2) mendeskripsikan profil spasial siswa melalui ELPSA framework.
Penelitian ini dilaksanakan secara online menggunakan aplikasi Zoom Meeting.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mixed methode dengan
jenis sequential eksplanatory design. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas
VIII SMP Negeri 10 Banda Aceh yang berjumlah 15 orang, dengan subjek
wawancara adalah 4 orang yang masing-masing berkemampuan tinggi, sedang
dan rendah. Instrumen penelitian terdiri atas soal tes kemampuan spasial sebagai
data kuantitatif dan pedoman wawancara sebagai data kualitatif. Data kuantitatif
dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan data kualitatif dianalisis melalui
tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat 62,22% siswa memiliki kemampuan
spasial yang baik, dan 2) peserta didik berkemampuan tinggi mencapai minimal
dua indikator spasial yang berarti memiliki kemampuan spasial yang baik.
Namun, peserta didik berkemampuan sedang kesulitan merepresentasikan bentuk
bangun geometri. Sedangkan siswa berkemampuan rendah memiliki kemampuan
spasial yang kurang.

Kata Kunci: Kemampuan Spasial , ELPSA Framework, Zoom Meeting

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK