Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
: PENGARUH PEMBERIAN GEL CHITOSAN TERHADAP JUMLAH LEUKOSIT TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) PADA PENYEMBUHAN LUKA INSISI
Pengarang
DESSY AYU MEGA PUTRI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1402101010096
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian gel chitosan terhadap jumlah leukosit tikus putih (Rattus norvegicus) pada penyembuhan luka insisi. Penelitian ini menggunakan 10 ekor tikus putih betina yang berumur 2 bulan dan memiliki berat badan ± 165 gr dari UPT Hewan Coba Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dirancang dengan Rancangan Petak Terbagi (Split-plot Design) dengan menggunakan hewan coba tikus sebanyak 10 ekor yang dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan dengan masing-masing kelompok perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Perlakuan I (kontrol) luka insisi dioleskan dengan salep gentamisin, perlakuan II luka insisi dioleskan dengan gel chitosan 2 kali sehari selama 14 hari berturut-turut. Penelitian ini menggunakan gel chitosan dengan konsentrasi 5%. Pengambilan darah melalui vena lateralis ekor sebanyak 0,5 ml dan pengamatan jumlah leukosit dilakukan pada hari ke-0, 3, 7 dan 14 setelah perlakuan. Pemeriksaan jumlah leukosit dilakukan dengan hemositometer dan menggunakan metode Neubauer. Parameter penelitian ini adalah jumlah leukosit pada proses penyembuhan luka insisi pada tikus putih. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisa varian berdasarkan Rancangan Petak Terbagi (Split-plot Design) dengan bantuan program SPSS. Jumlah leukosit pada kelompok I (gentamisin) pada hari ke-0, 3, 7 dan 14 yaitu 7,89×104/mm3, 6,28×104/mm3, 7,27×104/mm3 dan 7,02×104/mm3; dan leukosit pada kelompok II (chitosan) pada hari ke-0, 3, 7 dan 14 yaitu 7,30×104/mm3, 10,23×104/mm3, 10,28×104/mm3 dan 7,52×104/mm3. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan gel chitosan lebih baik daripada salep gentamisin dalam proses penyembuhan luka insisi pada tikus putih.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH PEMBERIAN ALBUMIN TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA INSISI PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) (SARAH RAHMADANI, 2018)
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK JELLY DAUN SIKHOH-KHOH (CHROMOLAENA ODORATA) TERHADAP KEPADATAN KOLAGEN SELAMA PENYEMBUHAN LUKA INSISI TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) (AJIE CAHYANA MUTTAQIN, 2022)
PENGARUH ?-CHITOSAN GLADIUS CUMI-CUMI (LOLIGO.SP) TERHADAP JUMLAH FIBROBLAS GINGIVA TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN SECARA HISTOPATOLOGIS (Nur Hazizah, 2016)
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK JELLY DAUN SIKHOH-KHOH (CHROMOLAENA ODORATA) TERHADAP ANGIOGENESIS PADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA INCISI TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) (MUHAMMAD AJIR, 2022)
PENGARUH CHITOSAN GLADIUS CUMI-CUMI (LOLIGO SP) TERHADAPRNJUMLAH FIBROBLAS GINGIVA TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS)RNJANTAN SECARA HISTOPATOLOGIS (Nur hazizah, 2023)