<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="91724">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ELEKTROLIT, ULTRAFILTRASI, DISFUNGSI SISTOLIK, DAN HIPERTROFI VENTRIKEL KIRI DENGAN PEMANJANGAN QTC PASIEN HEMODIALISIS KRONIK SUKU ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zuldian Syahputra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang&#13;
Pasien penyakit ginjal kronik (PGK) dengan hemodialisis kronik memiliki risiko mortalitas yang tinggi, salah satunya dikarenakan penyakit kardiovaskular (PKV) Tindakan hemodialisis pada pasien PGK diduga dapat mengakibatkan aritmia jantung sebagai penyebab utama kematian mendadak oleh karena gangguan elektrolit dan volume cairan. Risiko aritmia dinilai dengan menilai QT terkoreksi (QTc) menggunakan mesin eletrokardiogram. Pemanjangan QTc dapat dijadikan sebagai prediktor aritmia maupun kematian mendadak pasien HD. Sehingga perlu diketahui hubungan elektrolit, ultrafiltrasi, disfungsi sistolik, dan hipertrofi ventrikel kiri (HVK) dengan pemanjangan QTc sebelum dialisis pada pasien HD kronik.&#13;
&#13;
Metode&#13;
Penelitian ini merupakan penelitian analitik menggunakan metode concecutive sampling dengan desain cross sectional. Metode pengumpulan data dengan wawancara, pemeriksaan fisik, pengisian kuesioner, pemeriksaan darah, EKG dan ekokardiografi sebelum hemodialisis. Penelitian dilakukan bulan Desember 2020 di instalasi hemodialisis dan poli ekokardiografi RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.&#13;
&#13;
Hasil&#13;
Secara total, penelitian ini melibatkan 150 pasien, dimana laki-laki 113 orang (75,3%) dan perempuan 37 orang (34,7%) dengan proporsi terbanyak pada kelompok usia ?60 tahun. Pasien PGK yang menjalani HD dua kali seminggu, didapatkan sebanyak 84 sampel (56%) mengalami pemanjangaan QTc dan 66 sampel (44%) tidak mengalami pemanjangan QTc. Data ekokardigrafi menunjukkan 109 sampel (72,7%)  mengalami HVK.  Hasil analisis dengan uji chi square menunjukkan variabel hipokalemia, hipokalsemia, dan ultrafiltrasi tidak signifikan berhubungan dengan pemanjangan QTc (p&gt;0,05), sedangkan disfungsi sistolik dan HVK menunjukkan hubungan yang signifikan (p</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>91724</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-07-09 10:25:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-07-13 11:18:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>