TINGKAT RISIKO KONSTRUKSI DARI FAKTOR TENAGA KERJA, MATERIAL DAN PERALATAN PADA REKONSTRUKSI RUMAH PASCA BENCANA GEMPA DI KABUPATEN PIDIE JAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

TINGKAT RISIKO KONSTRUKSI DARI FAKTOR TENAGA KERJA, MATERIAL DAN PERALATAN PADA REKONSTRUKSI RUMAH PASCA BENCANA GEMPA DI KABUPATEN PIDIE JAYA


Pengarang

FIRHAN AMBIYA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1604101010127

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Risiko akan selalu ada dalam pelaksanaan sebuah proyek konstruksi dan dapat memiliki dampak positif maupun negatif bagi kinerja dan target proyek. Pada penelitian ini risiko yang diteliti adalah risiko konstruksi dengan faktor tenaga kerja, material dan peralatan yang terdapat pada rekonstruksi rumah berbasis masyarakat pasca bencana gempa bumi di Kabupaten Pidie Jaya pada tahun 2016. Proyek rekonstruksi tersebut mengalami gangguan untuk memenuhi target biaya, mutu dan waktu dikarenakan oleh risiko-risiko yang ditemukan di lapangan selama rekonstruksi berlangsung sehingga diperlukannya implementasi manajemen risiko. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor risiko dan menganalisis tingkat risiko konstruksi terhadap biaya, mutu dan waktu. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 30 responden yang terkualifikasi sebagai tenaga ahli. Pengujian instrumen kuisioner dilakukan dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Analisis yang digunakan adalah frequency index (FI), Severity index (SI), probability impact matrix (PIM). Hasil dari penelitian ini berupa 30 variabel risiko potensial dari risiko konstruksi yang didapatkan dengan metode identifikasi risiko, wawancara, kuesioner dan uji instrumen diantaranya terdapat 5 risiko tingkat tinggi yang berdampak terhadap waktu yaitu: penyakit yang menginfeksi tenaga kerja, keterlambatan pengiriman material ke lapangan, manajemen & perencanaan material yang buruk, kerusakan alat saat pelaksanaan proyek rekonstruksi, manajemen & perencanaan peralatan yang buruk. Terdapat 4 risiko tingkat tinggi yang berdampak terhadap biaya yaitu: kenaikan harga tenaga kerja yang tidak diharapkan, terjadinya pencurian material, cuaca yang tidak mendukung merusak mutu material, dan peralatan tua harus segera di modifikasi/diperbaiki untuk proyek. Terakhir terdapat 6 risiko tingkat tinggi yang berdampak terhadap mutu yaitu: pengawasan tenaga kerja yang buruk, pemahaman spesifikasi pekerja yang tidak sama, kualitas material tidak sama volume material yang tidak sesuai dengan spesifikasi, penggunaan material bekas dan peralatan tua harus segera di modifikasi/diperbaiki untuk proyek.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK