STRATEGI PEMERINTAH KABUPATEN BENER MERIAH DALAM MENGEMBANGKAN KEBUN INDUK DAN KEBUN ENTRES TANAMAN KOPI DI KECAMATAN BANDAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

STRATEGI PEMERINTAH KABUPATEN BENER MERIAH DALAM MENGEMBANGKAN KEBUN INDUK DAN KEBUN ENTRES TANAMAN KOPI DI KECAMATAN BANDAR


Pengarang

Mirna Sapitri - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1710104010012

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Budidaya kopi di Indonesia terus dikembangkan baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, salah satunya dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 128/Permentan/OT .140/ 11/2014 Tentang Pedoman Teknis Pembangunan Kebun Induk dan Kebun Entres Tanaman Kopi Arabika dan Kopi Robusta. Namun dalam pelaksanaan pengembangan kebun induk dan kebun entres tanaman kopi di Kabupaten Bener Meriah belum sesuai dengan peraturan menteri pertanian tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan strategi dan faktor penghambat dalam mengembangkan kebun induk dan kebun entres tanaman kopi di Kecamatan Bandar. Metode penelitian dalam skripsi ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Strategi Pemerintah Kabupaten Bener Meriah Dalam Mengembangkan Kebun Induk dan Kebun Entres Tanaman Kopi di Kecamatan Bandar yaitu dengan menyiapkan kebun percontohan, membentuk Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serta meningkatkan kompetensinya. Kendala yang dihadapi dalam mengembangkan kebun induk dan kebun entres tanaman kopi di Kecamatan Bandar antara lain: tidak tersedianya lahan milik pemerintah untuk mengembangkan kebun induk dan kebun entres tanaman kopi, belum adanya kebijakan khusus dari Pemerintah Kabupaten Bener Meriah terkait pengembangan Kebun Induk dan Kebun Entres Tanaman Kopi dan kurangnya respons masyarakat yang disebabkan minimnya pemahaman tentang kebun induk dan kebun entres tanaman kopi karena kurangnya sosialisasi sehingga budidaya kopi dilakukan secara tradisional karena menurut masyarakat selain sudah turun temurun cara tradisisonal lebih mudah untuk diterapkan dan anggaran yang dkeluarkan juga lebih sedikit. Untuk mengatasi hal tersebut Pemerintah Daerah perlu menyediakan lahan untuk kebun percontahan milik sendiri dan menyiapkan PPL khusus perkebunan kopi, melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar sasaran program dan kegiatan dapat tercapai.

Kata Kunci: Strategi, Pengembangan, Kebun Induk dan Kebun Entres

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK