<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="91686">
 <titleInfo>
  <title>ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI SELULOLITIK PADA TANAH KAWASAN NON REHABILITASI MANGROVE SEBAGAI POTENSI PEMANFAATAN PADA AKUAKULTUR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ERLY DESTRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Kemampuan bakteri pendegradasi selulosa tumbuhan menjadi sumber energi dapat meningkatkan daya cerna pakan oleh ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik bakteri selulolitik melalui pengamatan makroskopis dan mikroskopis serta melihat jumlah koloni bakteri dan uji biokimia sebagai pemanfaatan  pada bidang akuakultur serta melihat nilai indek selulolitik pada tanah kawasan non rehabilitasi mangrove lokasi  Aceh Besar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai dengan bulan Desember 2020. Sampel diambil dari tanah mangrove, pada kedalaman 0-15 cm, 15-30 cm dan 30-45 cm, diisolasi menggunakan media Carboxymetyl Cellulosa (CMC)1% dan didapatkan 22 isolat bakteri. Berdasarkan hasil perhitungan total kepadatan bakteri dari sampel tanah mangrove non rehabilitasi, Aceh Besar, Secara keseluruhan yang paling tertinggi iyalah isolat (BTM E.1) sebesar 31,9 x106 CFU/gr, sedangkan yang terendah secara keseluruhan terdapat pada isolat (BTM F.1) sebesar 3,1 x107 CFU/gr.   Hasil pewarnaan gram menunjukkan 9 isolat  tergolong dalam gram negatif dan 13 isolat lainnya merupakan gram posititf. Hasil uji aktivitas enzim selulase secara kualitatif menunjukkan 11 isolat memiliki kemampuan mendegradasi selulase. Hasil penelitian menunjukan rentang indeks selulolitik 0,07-0,80 nilai indeks selulolitik ini masih termasuk kategori sangat rendah karena indeks selulolitik</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>91686</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-07-08 14:17:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-07-13 11:05:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>