Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS PERAN BALAI PELESTARIAN CAGAR BUDAYA ACEH DALAM PELESTARIAN SITUS BERSEJARAH DI KABUPATEN ACEH BESAR
Pengarang
RAHMANIAR - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1710104010033
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Pasal 2 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2015 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pelestarian Cagar Budaya disebutkan bahwa Balai Pelestarian Cagar Budaya bertugas melaksanakan perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan situs bersejarah di wilayah kerjanya. Usaha tersebut merupakan suatu upaya pelestarian situs bersejarah. Dalam kenyataannya peran BPCB Aceh dalam melestarikan situs bersejarah di Kabupaten Aceh Besar belum maksimal, dikarenakan masih banyak situs bersejarah yang rusak dan terbengkalai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran BPCB Aceh dalam pelestarian situs bersejarah serta mengetahui hambatan yang dihadapi BPCB Aceh dalam melestarikan situs bersejarah di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan teori peran dan pelestarian. Pendekatan yang digunakan merupakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran BPCB Aceh belum maksimal melakukan pelestarian situs bersejarah di Kabupaten Aceh Besar diantaranya dalam hal penyelamatan dan pengamanan situs bersejarah di Kabupaten Aceh Besar, BPCB Aceh hanya menyelamatkan dan mengamankan situs bersejarah yang dinilai penting dan memiliki nilai sejarah tinggi. Untuk pemeliharaan situs bersejarah di Kabupaten Aceh Besar, BPCB Aceh memelihara sebanyak 14 situs yang berstatus cagar budaya. Dalam hal pemanfataan situs bersejarah di Kabupaten Aceh Besar, BPCB Aceh memanfaatkannya sebagai sarana pendidikan, dengan membuat konten komik "Jalur Rempah Bandar Aceh Darussalam". Adapun hambatan yang dihadapi BPCB Aceh adalah: kurangnya SDM, anggaran yang terbatas, bencana alam, kurangnya kesadaran masyarakat dalam upaya pelestarian situs bersejarah di Kabupaten Aceh Besar, serta kurangnya kerjasama BPCB Aceh dengan LSM. Diharapkan BPCB Aceh agar meningkatkan kerjasama dengan LSM serta Dinas terkait pelestarian situs bersejarah, serta menambah sarana dan prasarana bagi Juru Pelihara dalam melaksanakan tugasnya.
Kata Kunci: Peran, Pelestarian Situs Bersejarah, BPCB Aceh
Tidak Tersedia Deskripsi
PERAN BALAI PELESTARIAN CAGAR BUDAYA (BPCB) ACEH DALAM PELESTARIAN SITUS-SITUS BERSEJARAH DI KOTA BANDA ACEH (1990-2015) (Oga Umar Dhani, 2017)
ANALISIS COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM MENGELOLA SITUS BERSEJARAH DI ACEH (DONY IRAWAN SIREGAR, 2023)
KEWENANGAN PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DALAM PELESTARIAN MAKAM YANG TELAH DITETAPKAN SEBAGAI CAGAR BUDAYA (Fajar Qadri, 2020)
WEWENANG PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BESAR DALAM PENGELOLAAN BENDA CAGAR BUDAYA BENTENG INDRA PATRA (Syihabuddin, 2024)
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB PERSEBARAN CAGAR BUDAYA RNDI PROVINSI ACEH (Maya Amanda, 2024)