KAJIAN PENGERINGAN GABAH MENGGUNAKAN IN-STORE DRYER DENGAN SISTEM KENDALI SUHU UDARA DAN KELEMBABAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KAJIAN PENGERINGAN GABAH MENGGUNAKAN IN-STORE DRYER DENGAN SISTEM KENDALI SUHU UDARA DAN KELEMBABAN


Pengarang

MULIYANI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1605106010020

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN


Pada umumnya pengeringan gabah dilakukan secara konvensional yaitu dengan memanfaatkan cahaya matahari. Pengeringan dengan cara ini memiliki kelemahan karena masih sangat bergantung pada cuaca, membutuhkan lahan yang luas, gabah mudah kotor, tingkat susut tinggi. Sebagai usaha untuk mengatasi masalah tersebut maka telah dirancang pengeringan menggunakan alat pengering In-Store Dryer (ISD). ISD perlu dilengkapi dengan sistem kontrol untuk mengatur suhu dan kelembaban (RH) selama pengeringan dengan tujuan untuk mempersingkat waktu pengeringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penggunaan sistem kontrol suhu dan RH pada ISD terhadap proses pengeringan dan kualitas gabah.
Penelitian ini dilakukan dengan mengeringkan gabah padi total 300 kg dengan kadar air awal 21-26% menggunakan ISD dan penjemuran sebagai metode konvensional. Pengeringan menggunakan ISD dilakukan sebanyak 3 kali ulangan, dimana setiap ulangan menggunakan gabah sebanyak 100 kg dikeringkan hingga mencapai kadar air 12-14% sedangkan Pengeringan gabah dengan metode penjemuran menggunakan gabah sebanyak 10 kg, yang bertujuan untuk membandingkan dengan pengeringan ISD. Parameter penelitian ini meliputi suhu, RH, kecepatan aliran udara, laju pengeringan, kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar abu, kadar karbohidrat dan konsumsi energi.
Hasil penelitian menunjukkan pengeringan dengan menggunakan ISD menghabiskan waktu selama 8 jam untuk mencapai kadar air rata-rata 10,67% sedangkan lama pengeringan dengan cara penjemuran adalah 12 jam hingga mencapai kadar air 10,67%. Suhu udara di dalam ISD selalu lebih tinggi dari suhu lingkungan sedangkan RH ISD selalu lebih rendah daripada RH lingkungan. Hal ini terjadi karena adanya sistem kontrol yang dipasang pada ISD sehingga pengeringan selalu berjalan pada kondisi yang baik. Pengeringan didalam ISD berlangsung sampai kadar air akhir rata-rata mencapai 10,67%. Kecepatan aliran udara berkisar antara 4,8-9,2 m/s, dimana kecepatan aliran udara ini diatur oleh sistem kontrol berdasarkan data yang terbaca pada sensor. Kandungan kimia gabah berupa kadar protein, lemak, abu dan kadar karbohidrat mengalami kenaikan sedangkan kadar air mengalami penurunan. Konsumsi energi listrik selama pengeringan berkisar antara 0,64-0,75 kWh sedangkan energi dari 60 kg arang adalah 1.416,6 MJ dengan rata-rata konsumsi 2,5 kg/jam

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK