Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERUBAHAN POLA PENGGUNAAN LAHAN DAN LIMPASAN AIR PERMUKAAN DI SUB DAS KRUENG MEURAKSA
Pengarang
ANNISA SAVITRI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1704201010010
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S2) / PDDIKTI : 22101
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pertumbuhan penduduk Kota Lhokseumawe dari tahun 2008 hingga tahun 2018 mengalami peningkatan. Laju pertumbuhan rata-rata penduduk Kota Lhokseumawe tersebut sebesar 8%. Kota Lhokseumawe memiliki luas 181,06 km2 dengan penggunaan lahan yang beragam. Meningkatnya jumlah penduduk dan perkembangan Kota Lhokseumawe mengakibatkan terjadinya perubahan penggunaan lahan, sehingga jenis penutup lahan akan menjadi tolok ukur seberapa besar limpasan permukaan yang akan terjadi. Penelitian ini meninjau pada Kota Lhokseumawe terhadap Sub DAS Krueng Meuraksa dengan menggunakan data peta berbentuk peta digital untuk melihat jumlah luas penggunaan lahan. Dalam penelitian ini terdapat enam kategori jenis penggunaan lahan, yaitu: belukar, perkebunan, permukiman, tanah terbuka, pertanian lahan kering dan sawah. Sub DAS Krueng Meuraksa berada pada Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Luas Sub DAS Krueng Meuraksa adalah 9.958,56 ha. Tujuan penelitian ini untuk melihat bagaimana perubahan penggunaan lahan dan limpasan pada tahun 2008 hingga tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari beberapa instansi terkait. Hasil menunjukkan adanya perubahan penggunaan lahan dimana luas tutupan lahan yang terus meningkat berada pada lahan permukiman, sebaliknya luas tutupan lahan yang terus menurun terdapat pada lahan pertanian lahan kering. perubahan tersebut menyebabkan terjadinya peningkatan nilai koefisien limpasan permukaan pada Sub DAS Krueng Meuraksa pada tahun 2008 hingga tahun 2018, dimana pada tahun 2008 sebesar 0,726 dan tahun 2018 sebesar 0,787. Berdasarkan koefisien limpasan, intensitas hujan dan luas Sub DAS Krueng Meuraksa didapatkan nilai limpasan pada tahun 2008 adalah 333,403 m3/d dan pada tahun 2018 adalah 361,765 m3/d. Penambahan jumlah limpasan terjadi seiring bertambahnya nilai koefisien limpasan setiap tahunnya.
Kata Kunci: Perubahan Peggunaan Lahan, Curah Hujan, Limpasan Air Permukaan, ArcGIS 10.5, Sub DAS Krueng Meuraksa
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI STUDI KASUS SUB DAS KRUENG SEULIMUEM, KRUENG KEUMIREU DAN KRUENG INONG (Jufriadi, 2016)
PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP AIR LIMPASAN PERMUKAAN DI KOTA BANDA ACEH (DIFA RAHMADHANI, 2024)
PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP KOEFISIEN LIMPASAN DAN DEBIT PUNCAK DI SUB DAS KRUENG JREUE (Hilda Pratiwi, 2024)
SKENARIO PENGGUNAAN LAHAN UNTUK PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG PASEE ACEH UTARA (Rauza Azkya, 2026)
TINGKAT BAHAYA EROSI DAN LIMPASAN DI SUB SUB DAS KRUENG MEULEUSONG KABUPATEN ACEH BESAR (Ardia Novita, 2016)