<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="91592">
 <titleInfo>
  <title>PENGUJIAN TIGA SPESIES TRICHODERMA (ISOLAT LOKAL TANAMAN PALA) DALAM MENGENDALIKAN LASIODIPLODIA THEOBROMAE PENYEBAB DIEBACK PADA BIBIT PALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Karina Shofiya Putri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman pala (Myristica fragrans) merupakan salah satu komoditas ekspor potensial dari Indonesia yang mempunyai peranan penting bagi perekonomian bangsa Indonesia terutama dalam meningkatkan devisa negara. Salah satu permasalahan pada perkebunan pala yaitu penyakit dieback yang disebabkan oleh L. theobromae. Trichoderma spp. dapat digunakan sebagai agens hayati.&#13;
Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan spesies dan dosis Trichoderma spp. yang efektif dalam menghambat L. theobromae  penyebab penyakit dieback pada bibit pala. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Dasar Perlindungan tanaman Program Studi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian dan kebun percobaan di Desa Lamlagang. Penelitian dimulai sejak bulan Maret sampai dengan Juli 2020. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAL) non faktorial yang terdiri dari 10 perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 30 unit percobaan. Peubah yang diamati meliputi masa inkubasi dan perkembangan penyakit, kejadian penyakit, panjang lesio, serta bobot basah dan kering tanaman pala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa T. virens 10 g merupakan agens hayati terbaik pada penelitian ini dengan menghambat masa inkubasi L. theobromae pada bibit pala 90,50 hari, Kejadian penyakit 33,33%, Panjang lesio 0,63 cm, Bobot basah 45,96 g dan bobot kering 20,20g.&#13;
 &#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>91592</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-07-07 15:53:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-07-08 15:01:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>