<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="91588">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI CENDAWAN ENTOMOPATOGEN BEAUVERIA BASSIANA (BALSAMO) VUILLEMIN (ISOLAT LOKAL) DALAM MENGENDALIKAN HAMA ORDO COLEOPTERA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mentari Rahayu</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Entomopatogen merupakan mikroorganisme yang berkemampuan untuk menimbulkan penyakit pada serangga, antara lain virus, bakteri, cendawan, protozoa, dan nematoda. Salah satu spesies cendawan entomopatogen yang berpotensi sebagai agens hayati pengendali serangga hama adalah Beauveria bassiana (Balsamo) Vuillemin. Tribolium castaneaum, Tenebrio molitor, dan Sitophilus oryzae termasuk serangga ordo Coleoptera dan merupakan hama utama biji-bijian di penyimpanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dari cendawan entomopatogen B. bassiana isolat lokal dalam mengendalikan serangga hama ordo Coleoptera. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Hama Tumbuhan Jurusan Proteksi Tanaman dan Laboratorium Dasar Perlindungan Tanaman Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian dimulai sejak bulan Februari  sampai September 2020.&#13;
Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 12 perlakuan dengan 3 ulangan sehingga terdapat 36 unit percobaan. Peubah yang diamati meliputi gejala yang ditimbukan serangga yang terinfeksi cendawan B. bassiana, masa inkubasi B. bassiana pada tubuh serangga (hari), mortalitas hama ordo Coleoptera (%), dan rata-rata waktu kematian hama ordo Coleoptera (hari).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi cendawan entomopatogen B. bassiana berpengaruh nyata terhadap masa inkubasi, mortalitas, dan rata-rata waktu kematian hama ordo Coleoptera. Masa inkubasi tercepat pada imago S. oryzae dengan konsentrasi15g/100ml yaitu 6,67 hari dan terlama pada imago S. oryzae dan T. castaneaum dengan konsentrasi 5g/100ml yaitu 9,00 hari. Mortalitas tertinggi yaitu pada 10g/100ml sebesar 77,5% dan terendah pada 15g/100ml sebesar 56,66% pada pengamatan 7 HSA. Mortalitas tertinggi terjadi pada imago S. oryzae sebesar 84,45% dan terendah pada larva T. castaneaum sebesar 56,66%. Rata-rata waktu kematian tercepat pada perlakuan 15g/100ml yaitu 3,40 hari dan terlama pada perlakuan 10g/100ml yaitu 4,65 hari. Rata-rata waktu kematian tercepat pada larva T. castaneaum yaitu 3,40 hari dan terlama pada imago S. oryzae 5,07 hari. Dengan demikian cendawan entomopatogen B. bassiana efektif dalam mengendalikan hama ordo Coleoptera.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>91588</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-07-07 13:06:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-07-08 13:46:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>