Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN SERANGGA PADA KOMODITAS CABAI MERAH, CABAI RAWIT DAN TOMAT
Pengarang
RINA YULIA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1605109010026
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Proteksi Tanaman (S1) / PDDIKTI : 54295
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pola penanaman monokultur merupakan penanaman satu jenis tanaman pada satu satuan luas lahan tertentu. Menurunnya produktivitas dari ketiga komoditi tersebut di Provinsi Aceh disebabkan oleh pengelolaan agroekosistem yang tidak berimbang antara faktor abiotik dan biotik. Salah satu penyebab ketidakseimbangan agroekosistem tersebut akibat penggunaan pestisida yang tidak sesuai dengan prinsip PHT (Pengelolahan Hama Terpadu). Perubahan keseimbangan agroekosistem akan mengakibatkan perubahan terhadap keragaman serangga sebagai bioindikator lingkungan. Serangga memiliki peranan penting dalam sebuah agroekosistem, keberadaan serangga dapat dijadikan sebagai indikator keseimbangan agroekosistem. Serangga mempunyai peran penting dalam suatu agroekosistem antara lain sebagai predator, fitofag, parasitoid, polinator.
Penelitian dilakukan di Gampong Kuta Malaka Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar, pada areal persawahan milik petani yang terdapat 3 tanaman, yaitu tanaman cabai merah, tanaman cabai rawit dan tanaman tomat dengan ukuran bedeng 12 m dan lebar 1 m dengan ketinggian bedeng 30 cm. Total bedengan untuk tanaman tomat, cabai merah, dan cabai rawit masing-masing terdapat 10 bedengan. Perangkap yang digunakan dalam penelitian ini adalah yellow sticky trap. Peubah yang diamati meliputi populasi serangga, indeks keanekaragaman, indeks kelimpahan, indeks similaritas dan indeks kemerataan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangga yang ditemukan, pada pertanaman cabai merah terdapat 7 ordo serangga dengan total serangga 752 individu. Pada cabai rawit terdapat 6 ordo dengan total serangga 824 individu, sedangkan pada tanaman tomat terdapat 7 ordo serangga dengan total serangga 855 individu. Ordo diptera yang paling dominan yaitu 12 famili, sedangkan ordo yang paling sedikit ditemukan pada ordo lepidoptera 1 famili. Nilai indeks keanekaragaman antar ketiga tanaman berkisaran (2,80-2,93), indeks similaritas antar ketiga tanaman berkisaran (0,86-0,93), dan indeks kemerataan antar ketiga tanaman berkisaran (0,77-0,80), namun indeks kelimpahan antar ketiga tanaman berkisaran (00,7-00,9) pada penelitian ini termasuk ke dalam kategori rendah, hal ini berkaitan dengan kondisi iklim terutama curah hujan yang tinggi serta penggunaan insktisida, sehingga menghasilkan indeks kelimpahan serangga rendah.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERAMALAN HARGA KOMODITAS PANGAN DI KOTA BANDA ACEH MENGGUNAKAN MODEL VARIMA (STUDI KASUS BAWANG MERAH, CABAI MERAH, DAN CABAI RAWIT) (Muna Fadhillah, 2022)
JENIS PENGEMASAN DAN TEMPAT PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS RNCABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) (ICHA TRISKA PUTERI, 2022)
PERBANDINGAN PRODUKSI, PRODUKTIVITAS, LUAS PANEN KOMODITAS HORTIKULTURA (CABAI, KUBIS, KENTANG DAN TOMAT) DI ACEH DENGAN PROVINSI LAINNYA DI INDONESIA (TENGKU MUHAMMAD RAIHAN FARID, 2021)
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) LIMBAH KULIT PISANG DAN KOMPOS AMPAS KOPI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) (SARAH FADILLAH, 2024)
PENGARUH LIMBAH AIR KELAPA (COCUS NUCIFERA L.) DAN LERI SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR PADA PERTUMBUHAN VEGETATIF CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) (Mufdayani, 2017)