TINJAUAN YURIDIS TERHADAP ATURAN ELECTORAL THRESHOLD (AMBANG BATAS) PADA PASAL 90 UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2006 TENTANG PEMERINTAHAN ACEH DAN PASAL 414 UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 2017 TENTANG PEMILIHAN UMUM | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP ATURAN ELECTORAL THRESHOLD (AMBANG BATAS) PADA PASAL 90 UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2006 TENTANG PEMERINTAHAN ACEH DAN PASAL 414 UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 2017 TENTANG PEMILIHAN UMUM


Pengarang

CUT MEIDISHA G - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1503101010335

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
CUT MEIDISHA G TINJAUAN YURIDIS TERHARAP ATURAN ELECTORAL THRESHOLD (AMBANG BATAS) PADA PASAL 90 UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2006 TENTANG PEMERINTAH ACEH DAN PASAL 414 UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 2017 TENTANG PEMILIHAN UMUM
2021 Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(vii, 82), pp., bibl.

Prof. Dr. Eddy Purnama, S.H., M.Hum.
Pasal 90 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) dan Pasal 414 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) mengatur tentang ambang batas partai politik. Aturan ambang batas Electoral Treshold dan Parliementary Treshold yang diatur pada kedua undang-undang tersebut berbeda dari aspek keberlakuannya, sehingga ini dapat menimbulkan permasalahan terkait dengan singkronisasi norma hukum yang mengatur tentang syarat ambang batas tersebut.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan alasan adanya perbedaan ketentuan ambang batas antara kedua aturan tersebut dan penyebab ketentuan ambang batas pada Pasal 90 UUPA tidak diberlakukan kepada Partai Nasional. Pnelitian ini juga untuk menjelaskan sejauh mana eksistensi Partai Politik Lokal dan Partai Nasional di Aceh.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis normatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Adapun analisis data dilakukan dengan metode kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan mengenai Electoral Treshold dalam UUPA dan Parliementary Treshold dalam UU Pemilu memiliki perbedan karena pembentukan kedua ketentuan tersebut dipengaruhi oleh realitas politik yang berbeda. Ketentuan Electoral Treshold dalam UUPA tidak berlaku terhadap Partai nasional karena konstruksi norma Pasal 90 UUPA berkedudukan sebagai lex specialist sehingga keberlakuannya bersifat khusus hanya untuk entitas politik lokal di Aceh. Eksistensi Partai nasional di Aceh sangat bergantung pada eksistensi Parnas di tingkat Nasional. Adapun eksistensi Partai lokal di Aceh dalam pemilu yang terakhir mengalami penurunan dari segi elektabilitas dan perolehan suara serta kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).
Hendaknya perlu dilakukan perubahan terhadap ketentuan Electoral Treshold yang diatur dalam Pasal 90 UUPA agar sesuai dengan prinsip keadilan dalam pemilu. Untuk menjaga eksistensi Partai politik lokal di Aceh, hendaknya para anggota legsilatif dari partai lokal dapat melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai dengan amanat rakyat.

Kata Kunci: Electoral Treshold, Partai Politik Lokal, Partai Politik Nasional.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK