Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERENCANAAN OPERASIONAL BUS RAPID TRANSIT (BRT) PADA PUSAT KEGIATAN STRATEGIS NASIONAL (PKSN) KOTA LHOKSEUMAWE
Pengarang
Syarifah Thahira Anasya - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1504101010043
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Abstrak
Kota Lhokseumawe sebagai simpul utama transportasi mulai dihadapkan pada permasalahan lalu lintas seperti kemacetan, tingkat penggunaan kendaraan pribadi cukup tinggi, dan kualitas pelayanan angkutan umum relatif rendah, sehingga diperlukan penelitian awal untuk merencanakan operasional Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Lhokseumawe. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan letak halte dan sistem operasional yang sesuai untuk BRT pada PKSN Kota Lhokseumawe. Penelitian ini dilaksanakan di sepanjang trayek Punteut – Jalan Merdeka Timur. Teknik analisis data yang digunakan untuk penentuan perletakan halte berdasarkan kondisi tata guna lahan dan jarak antar halte (Keputusan Dirjen Perhubungan Darat No. 271 Tahun 1996). Jumlah halte yang didapatkan sebanyak 31 halte. Data yang dikumpulkan berupa data jarak tempuh kendaraan dan waktu perjalanan menggunakan metode floating car. Data tersebut diambil pada hari Kamis tanggal 15 Oktober 2020 dan Sabtu tanggal 17 Oktober 2020 dengan dua periode yaitu jam puncak pukul 08.00 – 09.00 WIB dan jam tidak puncak pukul 09.00 – 10.00 WIB. Data-data tersebut kemudian diolah dengan software Microsoft Excel 2010 untuk mendapatkan kecepatan perjalanan. Analisis data operasional BRT mengacu pada Keputusan Dirjen Perhubungan Darat No. 687 Tahun 2002. Hasil analisis jarak tempuh rata-rata adalah 14,97 km. Waktu tempuh rata-rata untuk jam tidak puncak adalah 33,30 menit dan jam puncak adalah sebesar 34,65 menit. Sementara itu hasil yang diperoleh untuk kecepatan perjalanan rata-rata jam tidak puncak adalah sebesar 29,05 km/jam dan jam puncak adalah sebesar 28,88 km/jam. Load factor sebesar 70%, headway sebesar 4 menit, waktu siklus jam tidak puncak 38,31 menit dan jam puncak 43,08 menit. Jumlah armada yang dibutuhkan pada jam tidak puncak sebanyak 10 unit sedangkan pada jam puncak 14 unit.
Kata kunci : Bus Rapid Transit (BRT), halte, faktor muat (load factor), waktu antara (headway), sirkulasi waktu, jumlah armada.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERENCANAAN OPERASIONAL BUS RAPID TRANSIT (BRT) PADA PUSAT KEGIATAN STRATEGIS NASIONAL (PKSN) KOTA LHOKSEUMAWE (Syarifah Thahira Anasya, 2021)
ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP RENCANA BUS TRANSIT UNTUK MENDUKUNG TATARAN TRANSPORTASI KOTA LHOKSEUMAWE (HENDRA HARYADI, 2020)
STUDI PEMILIHAN MODA ANTARA MODA PRIBADI DENGAN BUS RAPID TRANSIT (BRT) DENGAN MENGGUNAKAN DATA STATED PREFERENCE (Miftahul Jannah Huta Barat, 2020)
EVALUASI OPERASIONAL TRANS KOETARADJA TERHADAP MOBILITAS MASYARAKAT DI KOTA BANDA ACEH (M. Daffa Ananta Rasid, 2026)
ANALISA KELAYAKAN DAN KEBUTUHAN ANGKUTAN RNUMUM ANTAR KOTA RN(STUDI KASUS TRAYEK ANGKUTAN UMUM RNKOTA LHOKSEUMAWE – LHOKSUKON) (FITRIYANSYAH, 2015)