<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="91451">
 <titleInfo>
  <title>MODIFIKASI MEMBRAN BERBASIS POLIMER HIDROFOBIK DENGAN MENGGUNAKAN TANIN DDARI GAMBIR SEBAGAI ADITIF ALAMI PADA PROSES PENURUNAN SENYAWA ORGANIK ASAM HUMUS DALAM AIR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ilham Perkasa Bako</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada saat ini, membran digunakan secara luas pada proses pengolahan air. Keuntungan menggunakan teknologi membran yaitu konsumsi energi lebih rendah dan lebih praktis dibandingkan pengolahan konvensional. Fouling pada pengolahan air umumnya berupa organic fouling. Organic fouling disebabkan oleh senyawa organik yang menyumbat dan menempel pada pori dan permukaan membran. Aditif merupakan material organik dan inorganik yang membawa sifat hidrofilik yaitu meningkatkan hidrofilisitas membran. Pada penelitian ini, diekstraksi suatu material alam berupa tanin dari gambir yang memiliki sifat anti-fouling untuk mengatasi fouling organik. Ekstraksi tanin dari gambir akan menghasilkan sifat anti-fouling. Karakterisasi membran meliputi uji analisa gugus fungsi menggunakan FTIR (Fourier Transform Infra Red), uji morfologi menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy), dan uji porositas membran. Sedangkan uji kinerja membran meliputi uji fluks, penentuan koefisien rejeksi (selektivitas), uji resistensi fouling, dan uji stabilitas membran. Hasil analisa yang diperoleh menunjukkan bahwa pengaruh penambahan aditif tanin pada membran PVDF dan PES memiliki peningkatan fluks air murni dibandingkan membran PVDF dan PES murni. Nilai fluks air murni membran PVDF modifikasi terbesar diperoleh dengan penambahan tanin komersial 1,5% yaitu 50,87 L/m2.jam dan nilai fluks air membran PES modifikasi terbesar dipeoleh dengan penambahan aditif tanin komersial 2% yaitu 261,46 L/m2.jam. Membran PVDF dengan penambahan aditif tanin alam 1,5% memiliki kemampuan rejeksi paling tinggi dalam pemurnian asam humus yaitu sebesar 56,65% dan membran PES dengan penambahan aditif tanin alam 1% memiliki kemampuan rejeksi paling tinggi dalam pemurnian asam humus yaitu sebesar 44,59%.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>91451</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-07-05 15:33:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-07-08 09:23:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>