HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN INDEKS ATEROGENIK PLASMA PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN INDEKS ATEROGENIK PLASMA PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS


Pengarang

dr. Nadi Syahputra - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1407601020010

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Ilmu Penyakit Dalam / PDDIKTI : 11702

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Latar Belakang
Status gizi buruk adalah komplikasi umum yang terkait penyakit ginjal kronis(PGK). Prevalensi kejadian malnutrisi yang dilaporkan dari beberapa penelitian cukup tinggi, yaitu 30% - 50% pada populasi pasien pra-dialisis dan yang baru memulai hemodialysis. Pada pasien PGK dan terutama pada mereka yang sedang menjalani dialisis, malnutrisi uremik (protein energy wasting/ PEW) sejauh ini merupakan faktor resiko terkuat yang juga dihubungkan dengan peningkatan resiko penyakit kardiovaskular akibat hiperkolesterolemia. Indeks aterogenik plasma (IAP) merupakan logaritma Trigliserida banding HDL yang dianggap sebagai marker yang sangat baik terhadap aterogenisitas di pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan peningkatan nilai IAP pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.

Metode
Penelitian ini merupakan penelitian analitik menggunakan metode total sampling dengan desain cross sectional. Metode pengumpulan data dengan menggunakan sistem penilai anamnesa klinis dan pemeriksaan fisik 7-points Subjective Global Assessment (7 SGA) dan pemeriksaan kadar lipid serum. Penelitian dilakukan bulan Oktober 2020 di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.

Hasil
Secara total, penelitian ini melibatkan 222 pasien, dimana 117 orang (52.7%) menderita malnutrisi sedang dan 28 orang (12.6%) menderita malnutrisi berat. Mayoritas penderita depresi berjenis kelamin laki-laki (65.8%). Median skor IAP pada kelompok kelompok gizi baik adalah 0,3 sedangkan median IAP pada kelompok malnutrisi sedang 0.32 dan untuk malnutrisi berat adalah 0.38. Melalui uji non parametrik dengan kruskal-Wailis test menunjukan adanya perbedaan bermakna pada status gizi dengan indeks aterogenik plasma (p=0,005). Analisis post-hoc indeks aterogenik plasma pada malnutrisi sedang dengan manutrisi berat secara statistik ditemukan bahwa terdapat adanya perbedaan indeks aterogenik yang bermakna antara penderita PGK dengan malnutrisi sedang dan malnutrisi berat (p= 0,005).


Kesimpulan
Kejadian Malnutrisi uremik (PEW) berhubungan dengan peningkatan nilai IAP pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Pendekatan adekuasi nutrisi bagi pasien PGK yang menjalani hemodialisis perlu ditingkatkan guna mencegah timbulnya malnutrisi uremik dan peningkatan nilai IAP yang mencerminkan peningkatan resiko kejadian kardiovaskular.


Kata Kunci
Penyakit ginjal kronis, hemodialisis, Malnutrisi uremik, indeks aterogenik plasma

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK