KORELASI ANTARA NEUTROFIL LYMPHOCHYTE RATIO PADA PASIEN GAGAL GINJAL AKUT DENGAN TINGKAT LUARAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KORELASI ANTARA NEUTROFIL LYMPHOCHYTE RATIO PADA PASIEN GAGAL GINJAL AKUT DENGAN TINGKAT LUARAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH


Pengarang

dr. Radit Nouval - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1507601020016

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Ilmu Penyakit Dalam / PDDIKTI : 11702

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Pendahuluan: Gagal ginjal akut (GGA) merupakan salah satu komplikasi tersering yang dialami pasien dengan sakit kritis. Keterlibatan proses inflamasi dipercayai sebagai salah satu faktor penyebab meningkatnya kematian pada penderita GGA. Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) adalah pemeriksaan sederhana yang menjadi indikator respon inflamasi Penelitian ini bertujuan untuk menilai peran NLR sebagai prediktor kematian pada penderita GGA.

Metode: Rancangan kohort prospektif digunakan dalam penelitian ini. Evaluasi kadar NLR dilakukan saat pertama kali penderita terdiagnosis sebagai GGA dan selanjutnya evaluasi luaran pasien diobservasi selama masa perawatan di rumah sakit. Analisa Eta dan ANOVA digunakan digunakan dalam penelitian ini tingkat kemaknaan sebesar 95%.

Hasil: Sebanyak 105 orang penderita GGA (59 hidup, 46 meninggal) terlibat dalam pendelitia ini. Rerata usia penderita yang hidup dan meninggal secara berurutan adalah 55 (25 – 87) dan 58,5 (19 - 71) tahun. Kadar NLR penderita hidup dan meninggal secara beururan adalah sebesar 6,54 dan 15,5. Kadar NLR dan luaran penderita GGA memiliki korelasi sangat kuat (p < 0,001; r = 0,926) dengan titik potong 10.06 (sensitifitas 71,7%; spesifisitas 72,9%).

Diskusi: Neutrofil dan limfosit diketahui dapat menjadi penanda biologis inflamasi. Jumlah neutrofil meningkat akibat respons inflamasi sistemik dan jumlah limfosit berbanding terbalik dengan respon inflamasi akan menjadikan nilai NLR meningkat. Proses peradangan yang hebat dengan jumlah neutrofil tinggi dapat menyebabkan syok dan sepsis serta berkontribusi pada kematian yang disebabkan oleh kegagalan banyak organ.

Kesimpulan: Terdapat adanya korelasi yang sangat kuat antara kadar NLR dan luaran penderita GGA, Pasien dengan nilai NLR >10.6 memiliki resiko mortalitas lebih tinggi dibandingkan dengan pasien dengan nilai NLR < 10,6

Kata kunci: Gagal ginjal akut, Neutrophil Lymphocyte Ratio, kematian


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK