<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="91381">
 <titleInfo>
  <title>AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI N-HEKSANA KULIT BUAH KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hamdiyati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Pengujian aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi n-heksana kulit buah kakao &#13;
(Theobroma cacao L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus telah dilakukan. Kulit &#13;
buah kakao yang digunakan berasal dari Desa Lawe Loning, Lawe Sigala-gala, Aceh &#13;
Tenggara, Aceh. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode &#13;
Kirby Bauer di Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Unsyiah. Ekstrak &#13;
dan fraksi n-heksana kulit buah kakao yang diuji menunjukkan adanya aktivitas &#13;
antibakteri terhadap S. aureus dan diperoleh hasil yaitu ekstrak n-heksana kulit buah &#13;
kakao pada konsentrasi 1; 5; 10 dan 20% memiliki diameter zona hambat masing?masing sebesar 7,13 ± 0,29; 8,58 ± 0,14; 9,60 ± 0,87 dan 10,97 ± 0,08 mm. &#13;
Sedangkan hasil uji terhadap fraksi n-heksana kulit buah kakao diperoleh yaitu FH1&#13;
sampai FH9 pada konsentrasi 1; 5; 10 dan 20% rata-rata memiliki diameter zona&#13;
hambat yang rendah dan tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Untuk FH3, &#13;
FH4, FH5 dan FH8 tidak memiliki aktivitas pada konsentrasi 1%. Sementara FH9 &#13;
memiliki aktivitas paling tinggi pada setiap konsentrasi dengan diameter zona &#13;
hambat secara berturut-turut sebesar 7,42 ± 0,03; 9,22 ± 0,03; 10,43 ± 0,03 dan 11,83 &#13;
± 0,03 mm. Hasil GC-MS fraksi TCH 5.2 diperoleh senyawa golongan terpenoid &#13;
dengan kelimpahan yang tinggi yaitu Eucalyptol. Aktivitas antibakteri yang &#13;
diperoleh semakin meningkat dengan bertambahnya konsentrasi masing-masing &#13;
ekstrak dan fraksi n-heksana kulit buah kakao. &#13;
Kata kunci : Antibakteri, ekstrak n-heksana, fraksi n-heksana, kakao, kulit buah &#13;
kakao, Staphylococcus aureus.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>91381</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-07-02 23:14:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-07-05 15:30:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>