HUBUNGAN KADAR FERITIN SERUM DENGAN DERAJAT FIBROSIS HATI BERDASARKAN TRANSIENT ELASTOGRAPHY PADA PASIEN HEPATITIS B KRONIK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

HUBUNGAN KADAR FERITIN SERUM DENGAN DERAJAT FIBROSIS HATI BERDASARKAN TRANSIENT ELASTOGRAPHY PADA PASIEN HEPATITIS B KRONIK


Pengarang

dr. Fardhiansyah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1407601020004

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Ilmu Penyakit Dalam / PDDIKTI : 11702

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Abstrak
HUBUNGAN KADAR FERITIN SERUM DENGAN DERAJAT FIBROSIS HATI BERDASARKAN TRANSIENT ELASTOGRAPHY PADA PASIEN HEPATITIS B KRONIK
Latar Belakang
Infeksi virus hepatitis B (VHB) kronik merupakan masalah kesehatan utama di negara berkembang seperti Indonesia. Infeksi VHB kronik sekitar 40% akan berlanjut menjadi fibrosis hati dan karsinoma hepatoselular. Pemeriksaan biopsi hati merupakan baku emas diagnosis fibrosis hati, akan tetapi pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan invasif dan memiliki banyak komplikasi. Transient elastography (TE) telah divalidasi untuk menilai fibrosis pada beberapa penyakit hati termasuk infeksi VHB.

Tujuan
Mengetahui hubungan kadar feritin serum dengan derajat fibrosis hati berdasarkan transient elastography pada pasien hepatitis B kronik.

Metode
Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang pada 73 pasien hepatitis B kronik yang menjalani rawat jalan pada bulan September sampai dengan Desember 2020 di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Pemeriksaan feritin serum dengan menggunakan metode CMIA. Pemeriksaan darah rutin dilakukan dengan alat Sysmex XT 1800i. Derajat fibrosis hati dinilai dengan menggunakan TE (Fibroscan® 502 Echosens).

Hasil
Pada 73 pasien tersebut didapatkan nilai median feritin serum pada berbagai derajat fibrosis hati F0-1, F2, F3 dan F4 masing-masing yaitu 120,14; 274,85; 237,74 dan 406,27. Dimana didapatkan kadar feritin serum mengalami peningkatan sesuai dengan peningkatan derajat fibrosis hati dan bermagna signifikan secara statistik dengan p-value 0,011. Analisis hubungan kadar feritin serum dengan derajat fibrosis hati menggunakan metode Spearman rank correlation, diketahui bahwa besarnya nilai koefisien korelasinya 0,358 dan juga bermakna signifikan dengan p-value sebesar 0,002. Nilai p-value pengujian yang lebih kecil daripada 0,05 tersebut membuktikan bahwa kadar feritin serum berpengaruh dan memiliki hubungan terhadap derajat fibrosis hati.

Kesimpulan
Kadar feritin serum memiliki hubungan dengan derajat fibrosis hati pada penderita hepatitis B kronik.

Kata kunci: Feritin , Derajat Fibrosis Hati, TE, Hepatitis B Kronik

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK