Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
WANPRESTASI DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN JUAL BELI SEMBILAN BAHAN POKOK ANTARA TOKO GROSIR DENGAN PEMBELI DI KECAMATAN KUTA ALAM
Pengarang
AULIA RIZKI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1603101010314
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
AULIA RIZKI,
(2021)
WANPRESTASI DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN JUAL BELI SEMBILAN BAHAN POKOK ANTARA TOKO GROSIR DENGAN PEMBELI DI KECAMATAN KUTA ALAM
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(v, 61) pp.,bibl.,tabl.,app
Dr. Ilyas, S.H., M.Hum.
Wanprestasi diatur dalam Pasal 1243 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang berbunyi: “Penggantian biaya, kerugian dan bunga karena tak dipenuhinya suatu perikatan mulai diwajibkan, bila debitur, walaupun telah dinyatakan Ialai, tetap Ialai untuk memenuhi perikatan itu, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dilakukannya hanya dapat diberikan atau dilakukannya dalam waktu yang melampaui waktu yang telah ditentukan”. Pada pelaksanaan perjanjian jual beli sembako pada toko grosir di Kecamatan Kuta Alam, para pihak membuat perjanjian secara lisan dan tidak ada jaminan apapun. Setelah terjadinya kata sepakat, banyak dari pembeli yang tidak melaksanakan prestasi sesuai apa yang telah diperjanjikan, akibatnya tidak sedikit kerugian yang dialami oleh penjual.
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan bentuk wanprestasi yang terjadi, faktor-faktor menyebabkan terjadinya wanprestasi, dan upaya penyelesaian yang dilakukan oleh para pihak yang terlibat dalam wanprestasi jual beli sembilan bahan pokok.
Data dalam penelitian skripsi ini diperoleh dari penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku-buku, teks dan perundang-undangan, sedangkan penelitian lapangan dilakukan dengan cara mewawancarai informan dan responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga bentuk wanprestasi yang dilakukan oleh pembeli terhadap toko grosir yang ada di Kecamatan Kuta Alam yaitu pembayaran tidak tepat waktu, hanya membayar uang muka atau pembayaran tidak lunas, dan tidak membayar sama sekali. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya wanprestasi yaitu karena adanya keperluan lain, terdampak Covid-19, dagangan tidak laku, pemutusan hubungan kerja, hasil tangkapan menurun dan pencurian. Upaya penyelesaian yang dilakukan ialah dengan menegur pihak pembeli, melakukan negoisasi atau musyawarah dengan tidak melibatkan orang ketiga, dan pada akhirnya membayar penggantian biaya.
Disarankan kepada pihak toko grosir dan pembeli agar tidak memakai asas kepercayaan pada perjanjian jual beli, pihak pembeli menghindari wanprestasi dengan menepati pembayaran sesuai kesepakatan, dan kepada pihak pemerintah agar dapat mensosialisasikan prosedur sebuah perjanjian.
Tidak Tersedia Deskripsi
KAJIAN TENTANG WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI BAHAN BANGUNAN DI KECAMATAN ULEE KARENG (TAUFIQ ALQAWIY, 2022)
WANPRESTASI DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN JUAL BELI TELUR AYAM ANTARA UD. PANTON TELUR DI KABUPATEN ACEH UTARA DENGAN PEMBELI PENGECER (Novita Yana Rizky, 2020)
WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI MAKANAN DENGAN KLAUSULA RETUR (SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN SEI RAMPAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI PROVINSI SUMATERA UTARA) (SEKAR WANGI, 2026)
WANPRESTASI PEMBELI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI BARANG PERABOTAN RUMAH TANGGA SECARA ANGSURAN (SUATU PENELITIAN PADA TOKO JEPARA DI KECAMATAN PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR) (ROZA FADILLA ALAM, 2020)
WANPRESTASI PEMBELI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI TAS SOUVENIR ACEH DI KECAMATAN MONTASIK ACEH BESAR (Rizka Fadhila, 2022)