<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="91165">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN DARAH TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) YANG DIINFEKSIKAN TRYPANOSOMA EVANSI DAN DIBERI EKSTRAK ETANOL DAUN MALAKA(PHYLLANTHUS EMBLICA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DINA MAULIDYA SIREGAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Trypanosomiasis  adalah  penyakit  parasit  yang  menular  pada  hewan  yang disebabkan  oleh  protozoa  darah  Trypanosoma  evansi.  Penyakit  ini  biasanya diobati  dengan  obat-obatan  kimia,  tetapi  beberapa  ahli  menyatakan  adanya resistensi  terhadap  strain  Trypanosoma.  Maka  dari  itu  dicoba  dengan menggunakan  obat  dari  tanaman  daun  malaka  (Phyllanthus  emblica)  yang dipercaya dapat mengatasi anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai eritrosit,  hemoglobin,  dan  hematokrit  darah  tikus  putih  (Rattus  norvegicus)  yang diinfeksikan  Trypanosoma  evansi  dan  diberi  ekstrak  etanol  daun  malaka (Phyllanthus  emblica).  Hewan  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  20 ekor tikus jantan. Semua tikus dibagi secara acak ke dalam 5 kelompok perlakuan, setiap  kelompok  terdiri  dari  4  ekor  tikus.  Kelompok  kontrol  negatif  (K0)  tanpa infeksi  T.evansi  dan  tanpa  ekstrak  etanol  daun  malaka,  kelompok  kontrol  positif (K1)  diinfeksikan  T.evansi  tanpa  pemberian  ekstrak  etanol  daun  malaka, kelompok  perlakuan  K2,  K3,  K4  diinfeksikan  T.evansi  dan  diberi  ekstrak  etanol daun  malaka  dengan  dosis  berturut  300mg/kgBB,  600mg/kgBB,  dan 900mg/kgBB. Ekstrak diberikan secara oral selama 3 hari berturut-turut. Pada hari keempat,  dilakukan  pengambilan  darah  pada  semua  kelompok  melalui  vena orbitalis  dengan  pipet  hematokrit  setelah  disedasi  dengan  0,2  ml  Ketamin. Kemudian  nilai  eritrosit,  hemoglobin,  dan  hematokrit  dihitung  dengan  metode pemeriksaan  hematologi  menggunakan  hematology  analyzer.  Rata-rata  (±SD) nilai  eritrosit  (106/µl)  berturut-turut  adalah  7,66±0,10;  2,65±0,24;  4,56±0,91; 6,58±0,10;  5,86±0,27;  hemoglobin  (g/dl)  berturut-turut  adalah  13,64±0,26; 4,67±0,13;  8,38±0,72;  11,25±0,58;  9,55±0,56,  hematokrit  (%)  berturut-turut adalah  40,97±0,67;  28,27±0,76;  30,44±0,48;  37,70±0,40;  34,06±0,17.  Hasil penelitian  menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun  malaka pada dosis 600mg/kgBB  berpengaruh  nyata  dalam  menjaga  nilai  dari  eritrosit,  hemoglobin, dan hematokrit tikus putih yang telah diinfeksi dengan Trypanosoma evansi.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>91165</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-06-28 15:55:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-06-29 11:55:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>