<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="91089">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN PROTEIN C DAN PROTEIN S, SERTA ? HCG TERHADAP ABORTUS DINI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>dr. Afifi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Abortus merupakan keluarnya produk konsepsi sebelum janin dapat mencapai viabilitasnya mulai dari masa pembuahan hingga 24 minggu. Abortus yang terjadi sebelum usia 12 minggu disebut sebagai abortus dini yang menjadi salah satu penyebab kematian ibu. Trombofilia menjadi salah satu etiologi abortus berkaitan dengan vitamin K akibat menurunya aktivitas protein C dan protein S. Perubahan status hormonal selama masa kehamilan seperti hormon human chorionic gonadotrophin (?hCG) juga menjadi salah satu penyebeb terjadinya abortus.&#13;
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai perbedaan protein C, protein S, serta ?-hCG serum pada abortus dini.&#13;
Metode: Penelitian ini termasuk studi komparatif numerik tidak berpasangan dengan desain potong lintang. Penelitian dilakukan di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh selama 1 tahun (2020 – 2021). Protein C, protein S, serta ?-hCG diperiksa dengan menggunakan darah vena. Analisis Mann-Whitney U test digunakan dalam penelitian ini dengan interval kepercayaan 95%.&#13;
Hasil: Sebanyak 23 penderita abortus iminen dan 13 orang abortus komplit terlibat dalam penelitian ini dengan rerata usia 32 tahun dan 29 tahun secara berurutan. Pada penderita abortus komplit, kadar protein C dan S lebih tinggi dibandingkan bandingkan dengan abortus iminen dengan kadar secara berurutan 117% dan 254,19% (p &lt; 0,05). Hal berbeda ditunjukkan pada kadar ?-hCG yang lebih tinggi kadarnya pada abortus iminen dibandingkan abortus komplit dengan rerata 36.402 mIU/mL (p &lt; 0,001). &#13;
Kesimpulan: Terdapat perbedaan kadar protein C, protein S dan ?-hCG yang bermakna pada penderita abortus dini.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Abortus dini, protein C, protein S, ?-hCG&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>91089</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-06-24 11:47:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-06-30 15:46:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>