PENGARUH KADAR D-DIMER DAN JUMLAH LIMFOSIT ABSOLUT TERHADAP LAMA RAWATAN DAN MORTALITAS PASIEN COVID-19 DI RICU RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH KADAR D-DIMER DAN JUMLAH LIMFOSIT ABSOLUT TERHADAP LAMA RAWATAN DAN MORTALITAS PASIEN COVID-19 DI RICU RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH


Pengarang

dr. Stanley Irwanto Bahry - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1707601040001

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi / PDDIKTI : 11709

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Latar belakang. Pandemi Coronavirus disease-2019 (COVID-19) telah menjadi salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Diperkirakan 3-5% dari kasus global memerlukan perawatan kritis dengan tingkat mortalitas berkisar antara 50-65%. Peran sistem imun terutama limfosit dan faktor koagulasi dalam hal ini kadar D-dimer memiliki hubungan yang erat dengan patogenesis COVID-19.
Tujuan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar D-dimer dan Jumlah Limfosit Absolut terhadap lama rawatan dan mortalitas pasien COVID-19 gejala berat dan kritis yang dirawat diruang RICU RSUDZA Banda Aceh.
Metode penelitian. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik. Design penelitian adalah cross sectional. Sampel dikumpulkan dengan metode total sampling dan mengambil data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah uji Spearman dan Chi-Square untuk uji hubungan dan analisis Regresi Logistik Biner untuk uji pengaruh.
Hasil penelitian. Kadar D-dimer memiliki pengaruh yang signifikan terhadap mortalitas, p-value = 0,030. Semakin tinggi Kadar D-dimer maka kemungkinan pasien mengalami kematian semakin meningkat. Nilai cut off D-dimer yang didapat dalam penelitian ini adalah 2173,0 ng/ml (median). Kadar D-dimer >2173,0 ng/ml memiliki risiko kematian 1,52 kali lebih tinggi dibandingkan kadar D-dimer 2173,0 ng/ml memiliki risiko kematian 1,52 kali lebih tinggi dibandingkan kadar D-dimer

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK