Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KAJIAN PEMUTAKHIRAN ZONA MUSIM (ZOM) PROVINSI ACEH MENGGUNAKAN DATA BLENDING (CURAH HUJAN OBSERVASI DAN CURAH HUJAN SATELIT) BERBASISKAN METODE CLUSTERING.
Pengarang
Muhajir - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1808202010008
Fakultas & Prodi
Fakultas MIPA / Fisika (S2) / PDDIKTI : 45101
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Zona Musim (ZOM) digunakan BMKG sebagai pendekatan curah hujan wilayah terkait dengan musim. Penyusunan ZOM 1981-2010 untuk wilayah Aceh masih memiliki kelemahan dari sisi jumlah data curah hujan dan metode yang digunakan dalam penentuan ZOM. Adanya penambahan pos hujan serta perubahan iklim dapat mengakibatkan berubahnya wilayah ZOM dari yang sudah ditetapkan. Sehingga, perlu dilakukan evaluasi terhadap ZOM yang sudah digunakan saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemutakhiran ZOM yang terbaik di Provinsi Aceh dengan berbasiskan metode clustering hierarki single, complete, average linkage, dan non-hierarki k-means. Data yang digunakan merupakan data curah hujan blending antara satelit GSMaP beresolusi tinggi (0.01°x0.01°) dengan 71 stasiun dan pos hujan observasi diwilayah Aceh. Korelasi (r) GSMaP dengan curah hujan permukaan menunjukkan nilai yang beragam berkisar 0,529 – 0,731 dengan nilai rata-rata 0,630 (kuat). Secara umum curah hujan rata-rata hasil blending mampu menunjukkan pola curah hujan ekuatorial di wilayah pesisir Barat Selatan dan Tengah Aceh, dan monsunal di pesisir Timur dan Utara di Provinsi Aceh. Hasil penelitian menunjukkan perhitungan simpangan baku dan nilai rasio ketiga metode hierarki masing-masing single Sw; 1,75 SB; 18,23 dan rasio; 0,09. Complete Sw; 3,66 SB; 16,21 dan rasio; 0,22. Average linkage Sw; 4,12 SB; 17,25 dan rasio; 0,23 dan Metode hierarki k-means Sw; 3,98 SB; 15,70 dan rasio; 0,25. meski metode complete linkage dan k-means mempunyai nilai rasio Sw/SB yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode single, namun secara spasial ZOM yang dihasilkan metode complete linkage dan k-means lebih baik untuk diterapkan secara operasional karena lebih mengikuti keadaan topografi dan lebih mengikuti kaidah klimatologi. Metode k-means merupakan metode yang baik digunakan dalam clustering di wilayah Provinsi Aceh dengan jumlah cluster yang dihasilkan sebanyak 20 cluster, dengan 11 wilayah ZOM dan 9 wilayah Non ZOM.
Tidak Tersedia Deskripsi
ESTIMASI CURAH HUJAN BERBASIS SATELIT UNTUK STUDI ANCAMAN BAHAYA BANJIR DI KABUPATEN ACEH SELATAN (Emelia Ulfa, 2024)
PERBANDINGAN DATA ESTIMASI CURAH HUJAN SATELIT GPM DAN GSMAP DI WILAYAH ACEH BESAR (Afifah, 2024)
ANALISIS PERUBAHAN CURAH HUJAN DI WILAYAH UTARA, TIMUR, TENGAH DAN BARAT ACEH (NURMEGA INDRIANI, 2024)
KARAKTERISTIK CURAH HUJAN DI WILAYAH ACEH BESAR BERDASARKAN DATA GLOBAL SATELLITE MAPPING OF PRECIPITATION (GSMAP) VALIDASI TERHADAP DATA PENAKAR HUJAN OBSERVATORIUM (HAYATUL MUNA, 2023)
VALIDASI DATA CURAH HUJAN SATELIT GPM-IMERG DAN CHIRPS TERHADAP DATA CURAH HUJAN OBSERVASI LAPANGAN DI ACEH UTARA (Istia Masyafira, 2025)