Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI KABUPATEN ACEH BARAT PADA ERA OTONOMI DAERAH
Pengarang
alisman - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1109200010006
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Magister Sains., 2014
Bahasa
Indonesia
No Classification
332
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi dan efektivitas Pengelolaan Keuangan Daerah di Kabupaten Aceh Barat pada Era Otonomi Daerah, sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah maka kewenangan yang selama ini masih terpusat atau dekonstrasi dilimpahkan ke daerah atau desentralisasi kecuali tugas-tugas yang masih kewenangan pusat seperti agama, pertahanan, moneter dan lainnya, sehingga daerah yang dahulunya memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja yang sedikit dengan berlakunya otonomi daerah dapat mengelola APBD yang relatif lebih besar, sehingga kecenderungan penggunaan anggaran tidak terkontrol, ini menyebabkan di beberapa daerah peningkatan APBD nya besar tetapi tidak sejalan dengan peningkatan kesejahteraan penduduknya. Untuk itu penelitian ini ingin mengetahui apakah APBD Kabupaten Aceh Barat telah dikelola secara efesien dan efektif. Penelitian ini menganalisis struktur hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Barat dari sisi penerimaan dana pengeluaran, disamping itu menganalisis pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan keeratan hubungan dengan investasi sector publik, upah pungut pajak daerah dan PDRB. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan runtut waktu (time series) dalam kurun waktu Tahun Anggaran 2003 sampai dengan 2012. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa PAD Kabupaten Aceh Barat sangat dipengaruhi oleh invesatsi sector publik, PDRB dan upah pungut pajak sebesar 89,7 persen, ini berarti kemampuan daerah untuk mengali sumber-sumber pendapatan asli daerah sudah agak baik, ke depan diharapkan dapat lebih mengadakan intensifikasi dan ekstensifikasi PAD. Pertumbuhan APBD dari tahun 2003 meningkat sangat tinggi dari Rp.160.188.855.484,00 pada tahun 2012 menjadi Rp 591.654.620.478,09. Untuk tingkat efisiensi pengelolaan APBD berkisar antara 24,76 persen terendah dan yang tertinggi sebesar 85,53 ini berarti efisiensi pengelolaan APBD di Kabupaten Aceh Barat tergolong cukup efisien dan sangat efisien, sedangkan tingkat efektivitas berkisar antara 96,32 persen yang terendah sampai dengan 117,78 persen yang tertinggi, nilai efektifitas ini tergolong pada efektif dan sangat efektif.
Kata Kunci : Analisis, Efisiensi, Efektivitas, Keuangan Daerah dan Otonomi Daerah
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS DAMPAK OTONOMI KHUSUS TERHADAP PENERIMAANKEUANGAN KABUPATEN ACEH BARAT (Said Furqan, 2021)
TINJAUAN PENGELOLAAN DANA OTONOMI KHUSUS DI KABUPATEN ACEH BARAT BERDASARKAN SISTEM OTONOMI DAERAH (Rio Zulmachdi, 2021)
PENGARUH PENERAPAN VALUE FOR MONEY DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH (STUDI PADA KANTOR BPKD KABUPATEN BIREUEN) (Jihan Risky Aulia, 2022)
ANALISIS KINERJA KEUANGAN DILIHAT DARI VALUE FOR MONEY (STUDI PADA PERANGKAT DAERAH DI KABUPATEN ACEH TENGAH) (Bicherdi Machtra, 2013)
PENGARUH PERAN AUDITOR BPK RI DAN TINDAK LANJUT HASIL TEMUAN AUDIT TERHADAP EFEKTIFITAS PENGAWASAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH (STUDI PADA SKPA PEMERINTAHAN ACEH) (Supriyoadi, 2025)