PERSEPSI KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU PENJASORKES PADA PROSES BELAJAR MENGAJAR (SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN BEUTONG KABUPATEN NAGAN RAYA TAHUN AJARAN 2011/2012) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERSEPSI KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU PENJASORKES PADA PROSES BELAJAR MENGAJAR (SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN BEUTONG KABUPATEN NAGAN RAYA TAHUN AJARAN 2011/2012)


Pengarang

Laimina - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1006104180290

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kata kunci: Persepsi kepala sekolah terhadap kinerja guru penjasorkes

Penjasorkes merupakan proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara berurutan untuk mengembangkan dan meningkatkan individu secara kebugaran jasmani peserta didik dalam kerangka sistem pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kinerja guru Penjasorkes pada proses belajar mengajar di Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya tahun ajaran 2011/2012. Jenis penelitian ini tergolong dalam penelitian deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala Sekolah yang berjumlah 17 orang. Mengingat populasi yang terbatas maka seluruh populasi dijadikan sebagai sampEl. Teknik penentuan sampel dengan Total Sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data DiLakukan dengan pengisian angket. Hasil penelitian yang didapatkan dalam penelitian ini adalah Kinerja guru Penjasorkes dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan disiplin tugas dalam pembelajaran di Kecamatan Beutong pada kategori baik. Ini dapat dilihat pada umumnya (88,24 %) guru Penjasorkes membuat perencanaan pembelajaran yang hendak diberikan kepada siswa dan menyusun standar isi kurikulum sebagai acuan atau pedoman dalam pembelajaran, membuat rumusan tujuan pembelajaran, membuat bahan ajar yang digunakan relevan dengan tujuan pembelajaran. Pada umumnya (100 %) guru Penjasorkes melakukan post tes kepada siswa. Pada umumnya (88,24 %) guru Penjasorkes melaksanakan evaluasi pembelajaran sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, melakukan penjelasan materi kembali dan pemberian tugas tambahan pada siswa sebagai perbaikan, melaksanakan pengajaran yang berupa pemberian materi bahan pelajaran serta melaksanakan evaluasi secara rutin dan memberikan nilai kepada siswa secara objektif. Pada umumnya (88,24 %) guru Penjasorkes datang ke sekolah tepat pada waktunya, melaksanakan semua peraturan yang telah ditetapkan sekolah dan menyelesaikan tugas yang diberikan kepala sekolah tepat waktunya.


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK