Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
REKONSTRUKSI TARI TULO-TULO DI KOTA SABANG
Pengarang
Mastura Ulfa - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1606102030018
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kata Kunci: Rekonstruksi, Seni Tari, Tari Tulo-Tulo
Penelitian ini berjudul, “Rekonstruksi Tari Tulo-Tulo di Kota Sabang”.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memperkenalkan kembali hasil
dari rekonstruksi Tari Tulo-Tulo di Kota Sabang. Pendekatan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah Pendekatan kualitatif dengan penelitian deskriptif. Subjek dalam
penelitian ini adalah seniman dan penari yang pernah menarikaan Tari Tulo-Tulo di
Kota Sabang, sedangkan objek dari penelitian ini adalah Tari Tulo-Tulo dari Kota
Sabang. Lokasi penelitian yang dilakukan berada di Kota Sabang. Teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian mengungkapkan Tari Tulo-Tulo
adalah tari peperangan yang merupakan salah satu kesenian daerah dari Kota Sabang
dan dikenal sejak tahun 1920. Tarian ini diciptakan oleh orang Nias yang bermukim
di Kota Sabang, yang rindu akan tanah kelahiran mereka di Gunung Sitoli,
Kepulauan Nias. Tari Tulo-Tulo ini dilakukan oleh kaum pria, baik yang masih
muda maupun tua. Tari ini ditarikan oleh 9 penari, ataupun 11 penari, dan seterusnya
dalam jumlah ganjil. Tarian ini dipimpin oleh seorang raja/syech, yang memimpin
para penari. Gerakan dari Tulo-Tulo adalah gerak yang monoton dan di ulang ulang,
namun terdapat banyak ragam gerak dari tarian Tulo-Tulo yaitu, Sarêu (bersatu),
talifuseu (persaudaraan), haru menabaluse (perang dengan senjata pedang dengan
baluse atau perisai), faliga baluse (melenggang dengan perisai atau pedang), sara
bamaina (main gembira), simate mila menemali (maju pantang mundur walau mati
menanti),dan yang terakhir adalah belatu terlak (persilatan dan pisau). Adapun syair
yang digunakan dalam tarian ini, adalah syair yang menggunakan bahasa daerah
Nias. Alat musik yang digunakan dalam tarian ini yaitu accordion dan perkusi.
Busana atau kostum yang digunakan adalah rompi, dan celana panjang sebetis, dan
untuk syech/raja menggunakan baju lengan panjang dengan warna seperti merah,
kuning, ataupun juga hitam, pengikat kepala yang digunakan dalam tarian ini
merupakan pengikat kepala yang dibuat dari kertas kilat. Properti yang digunakan
dalam tarian ini adalah tombak, pedang, dan perisai. Bintang yang dilukiskan pada
perisai menunjukan pangkat dari para penari, bintang tiga untuk panglima dan
bintang satu untuk anggota, sedangkan untuk sang raja tidak memakai perisai.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS STRUKTUR GERAK TARI PANEN LAWANG DI SANGGAR DANCE KILOMETER NOL KOTA SABANG (Mufa Asnita, 2024)
REKONSTRUKSI TARI TEUMAMPOE DI KECAMATAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA (KHURATUL NAZILA ADNAN, 2021)
PENERAPAN METODE TUTOR SEBAYA DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAK TARI MEUSAREE-SAREE PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SABANG (Rayda Muna Sharah, 2024)
REKONSTRUKSI SENDRATARI ANDE-ANDE LUMUT DI DESA BUMI AYU KABUPATEN BENER MERIAH (ELZA FAHIRA AZIZ, 2022)
PEMBELAJARAN MELALUI MODUL BERBASIS KONSTRUKTIVISME DALAM UPAYA REKONSTRUKSI KONSEP SEL DI SMA NEGERI 2 SABANG (Dini Fitria, 2017)