<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="90809">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN JUMLAH KOLONI STREPTOCOCCUS MUTANS SEBELUM DAN SESUDAH BERKUMUR DENGAN OBAT KUMUR BUAH JAMBLANG (SYZYGIUM CUMINI)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>QASHRI NAFISAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Karies gigi adalah suatu penyakit infeksi mikrobiologis yang mengakibatkan disolusi dari struktur mineral gigi. Adapun inisiator primer yang bertanggung jawab atas terjadinya karies gigi adalah Streptococcus mutans. Streptococcus mutans memiliki peran utama dalam etiologi karies gigi dikarenakan kemampuannya untuk melekat pada plak di permukaan gigi. Obat kumur merupakan suatu produk tambahan dalam praktik oral hygiene yang berperan sebagai antiseptik dan antiplak. Syzygium cumini memiliki potensi sebagai alternatif bahan herbal dalam formulasi obat kumur karena mengandung senyawa flavonoid, polifenol, tannin, dan triterpenoid yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan jumlah koloni Streptococcus mutans sebelum dan sesudah berkumur dengan obat kumur buah jamblang (Syzygium cumini). Penelitian ini bersifat eksperimental laboratoris dengan one group pretest-posttest design yaitu dengan melakukan penghitungan jumlah koloni Streptococcus mutans dalam saliva sebelum dan sesudah berkumur dengan obat kumur buah jamblang (Syzygium cumini). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,753 (p&gt;0,05). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara jumlah koloni Streptococcus mutans dalam saliva sebelum dan sesudah berkumur dengan obat kumur buah jamblang (Syzygium cumini).&#13;
&#13;
Kata kunci : Buah Jamblang (Syzygium cumini), Karies, Formulasi Obat Kumur, Koloni Streptococcus mutans.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>90809</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-06-14 12:42:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-06-15 09:14:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>