ANALISIS KEBUTUHAN GURU PEMBIMBING DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR MURID DI SD KECAMATAN ULEE KARENG - BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS KEBUTUHAN GURU PEMBIMBING DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR MURID DI SD KECAMATAN ULEE KARENG - BANDA ACEH


Pengarang

Eka Susanti - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0161430006

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kesulitan belajar yang dialami oleh murid-murid di SD kecamatan Ulee Kareng-Banda Aceh merupakan bentuk permasalahan tersendiri yang harus segera diatasi, karena kalau permasalahan ini belam dapat dituntaskan pada anak didik tersebut maka akan berakibat pada terhambatnya kemajuan belajar dan tugas-tugas perkembangannya dikemudian hari, untuk itu salah satu kegiatan yang patut dipertimbangkan adalah pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah. Guru kelas adalah guru yang ditunjuk untuk sementara sebagai guru pembimbing di SD, namun karena adanya hambatan dan keterbatasan kemampuan, tenaga, waktu dan tingkat profesionalnya, menyebabkan proses bimbingan dan konseling di SD belum dapat terlaksana dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tiagkat kebutuhan guru pembimbing dalam mengatasi kesulitan belajar murid dan untuk mengetahui jumlah guru pembimbing yang di butuhkan di SD kecamatan Ulee Kareng-Banda Aceh berdasarkan permasalahan yang ada. Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru kelas yang ada di SD kecamatan Ulee Kareng-Bauda Aceh yaitu sebanyak 36 orang, dengan mengambil sampel 6 orang dari SDN No. 56, 6 orang dari SDN No.
66, 6 orang dari SDN No. 76, 6 orang dari SDN No. 79, 6 orang dari SDN No. 104 dan 6 orang dari SDN No. 105. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, instrumen yang digunakan adalah observasi dan angket dalam bentuk terbuka dan tertutup. Penelitian ini diolah dengan menggunakan metode analisis kualitatif yaitu membandingkan basil penelitian di lapangan dengan landasan teoritis. Berdasarkan basil penelitian yang telah penulis lakukan dan membandingkannya dengan landasan teori yang ada, maka penulis berkesimpulan bahwa pada umumnya SD Negeri No. 66, 76, 79, 104 dan 105 membutuhkan guru pembimbing, sedangkan khusus untuk SD Negeri No. 56 sangat membutuhkan guru pembimbing untuk melaksanakan kegiatan bimbingan dan konseling secara keseluruban dan mengatasi setiap permasalahan belajar yang ada. Kemudian berdasarkan permasalahan belajar yang ada di SDN No. 66, 76, 79, 104 dan 105, jumlah guru pembimbing yang dibutuhkan cukup I orang saja, karena setiap permasalahan yang terjadi di SD-SD tersebut tidak begitu rumit dan masih bisa ditangani oleh 1 orang guru pembimbing saja yang bekerjasama dengan guru-guru yang lain dan kepala sekolah, sedangkan khusus untuk SDN No. 56 jumlah guru pembimbing yang dibutuhkan adalah 2 orang,kareoa saratnya permasalahan belajar yang sangat mendesak untuk ditempatkannya guru pembimbing lebih dari satu orang, agar dapat membantu guru-guru lainnya dalam mengatasi setiap permasalahan tersebut.








Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK