KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL)


Pengarang

CUT TIA MERAWAN ZULFA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1609200160026

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pembelajaran matematika tidak hanya dituntut untuk menguasai konsep-konsep dalam matematika, tetapi siswa juga dituntut untuk bisa menerapkan konsep dalam masalah sehari-hari. Keterampilan siswa dalam memecahkan masalah sangat diperlukan agar dapat mengembangkan kemandirian belajarnya. Namun kedua aspek tersebut belum maksimal dimiliki oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis dan kemandirian belajar siswa melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mix methods) dengan desain sequential eksplanatory. Penelitian dilakukan di kelas VIII MTsN 4 Banda Aceh. Instrumen dalam penelitian adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis, pedoman wawancara dan angket kemandirian belajar siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis, wawancara, angket kemandirian belajar siswa. Data dianalisis dengan uji-t pihak kanan serta secara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Secara keseluruhan, ketuntasan klasikal telah tercapai sebesar 86%. Selain itu hasil uji-t pihak kanan juga menunjukkan adanya perbedaan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan KKM (75). Hasil dari 6 subjek yang diamati diperoleh bahwa 5 diantaranya sudah memenuhi kemampuan pemecahan masalah; 2) Kemandirian belajar siswa dapat disimpulkan bahwa sebagian besar atau 55% siswa memiliki kemadirian belajar dengan baik, kemudian 42% siswa memiliki kemandirian belajar yang cukup dan 3% siswa yang kemandirian belajarnya masih kurang setelah mengikuti pembelajaran dengan pendekatan CTL. Dari enam siswa, empat diantaranya memenuhi semua indikator sehingga memiliki kemandirian belajar yang baik dan dua diantaranya hanya memenuhi sebagian dari indikator sehingga memiliki kemandirian belajar yang cukup.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK