ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PELAYANAN PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS BERDASARKAN BIAYA RIIL DENGAN KLAIM INA-CBG’S DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PELAYANAN PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS BERDASARKAN BIAYA RIIL DENGAN KLAIM INA-CBG’S DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN


Pengarang

Riqqah Nadhira - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1807201010013

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Kesehatan Masyarakat (S2) / PDDIKTI : 13101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Latar Belakang : Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalens dan insidens yang meningkat, prognosis buruk dan biaya tinggi. Pembiayaan PGK menduduki peringkat kedua pembiayaan terbesar dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan. Perawatan pasien PGK dengan hemodialisis seringkali terdapat perbedaan perhitungan tarif rumah sakit, di mana tarif rumah sakit lebih besar daripada tarif Indonesian Case Base Groups (INA-CBGs). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui unit cost yang menentukan perbedaan biaya pelayanan pasien PGK yang menjalani hemodialisis berdasarkan biaya riil dengan klaim INA- CBG’s di RSUDZA.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional. Pengumpulan data dilakukan dengan mengambil data sekunder dari kunjungan pasien PGK bulan Januari-Desember 2019. Sampel penelitian adalah seluruh pasien PGK di RSUDZA tahun 2019 sebanyak 406 orang menggunakan metode total sampling.
Hasil : Unit cost perawatan yang paling tinggi berdasarkan biaya riil rumah sakit adalah biaya prosedur bedah dan terdapat perbedaan yang bermakna antara tarif INA-CBG dan tarif rumah sakit pada rawatan pasien dengan gagal ginjal kronik di mana tarif rumah sakit lebih besar dari tarif INA-CBG’s dengan nilai p = 0,014 dengan selisih sebesar Rp2.146.086.
Kesimpulan : Diperlukan peninjauan dan evaluasi kembali terkait standar pelayanan dan perawatan pasien PGK di RSUDZA secara keseluruhan dari pihak rumah sakit, agar tidak mengalami kerugian yang terlalu besar.

Kata Kunci : INA CBGs, Biaya Riil, Penyakit Ginjal Kronik, Hemodialisis

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK