<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="90548">
 <titleInfo>
  <title>FAKTOR SOSIOLOGIS PENYEBAB TERJADINYA &quot;JUVENILE DELINQUENCY&quot; PADA REMAJA KELAS 1 DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 8 BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Anita Shalihat</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>&quot;Juvenile delinquency&quot;  adalah  perilaku nakal  pada anak-anak muda yang merupakan gejala patologis  secara sosial  disebabkan oleh  pengabaian sosial  sehingga membentuk tingkah  laku  yang menyimpang.  Menurut usia  &quot;juvenile delinquency&quot; adalah kenakalan yang dilakukan  remaja pada rentang usia 13  sampai 21  tahun.  &quot;Juvenile delinquency&quot; ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain  adalah  faktor sosiologis  yang terdiri  dari faktor keluarga, sekolah, masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor sosiologis terhadap penyebab terjadinya &quot;juvenile delinquency&quot; pada remaja kelas I di SMA Negeri  8 Banda  Aceh.  Kerangka kerja yang digunakan berdasarkan teoi  adaptasi Roy,  teori  Kartono (2003)  dan  teori  Mulyono (1995),  desain penelitian bersifat deskriptif dengan   pendekatan    crossectional   study.   Pengambilan sampel   menggunakan metode nonprobability  sampling  dengan teknik purposive  sampling,  sampel  berjumlah  33 orang. Alat  pengumpulan  data  berupa  kuesioner  yang berbentuk  skala likert  terdiri dari  22 pernyataan yang telah  melewati  uji  validitas dan reliabilitas.  Data dianalisa secara manual dengan  menentukan   persentase  kemudian  dikategorikan berJasarkan  teknik  kategori jenjang  ordinal.  Hasil  penelitian diperoleh penyebab terjadinya &quot;juvenile  delinquency&quot; ditinjau dari  faktor keluarga berada pada kategori  tinggi (54,5%), faktor sekolah  berada pada kategori  tinggi  (60,6%),  faktor  masyarakat berada  pada kategori  tinggi (54,5%), secara keseluruhan didapatkan hasil bahwa faktor sosiologis penyebab terjadinya &quot;juvenile delinquency&quot;  pada remaja kelas  I   di  SMA Negeri 8  Banda  Aceh berada pada kategori tinggi  (51,5%).  Berdasarkan hasil  penelitian diharapkan kepada orang tua agar  dapat meningkatkan pengetahuan  tentang  tugas perkembangan remaja dan kepada guru agar dapat melakukan  peran  sebagai  pendidik dengan baik sehingga dapat menghmndari  dan mengatasi  perilaku delinkuen pada remaja.&#13;
 &#13;
Kata   kunci    :    Faktor sosiologis, juvenile delinquency, remaja&#13;
Daflar bacaan   :    36 buah  ( 1979-2005)&#13;
&#13;
 &#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>90548</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-05-25 08:34:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-05-25 08:36:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>