Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
GAMBARAN KONSEP DIRI ANAK CACAT MENTAL,TUNA GRAHITA PADA USIA REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH TINGKAT PERTAMA LUAR BIASA LABUI BANDA ACEH 2008
Pengarang
Sufyan - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0171120104
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Konsep Diri didefinisikan sebagai semua pikiran, keyakinan dan kepercayaan yang membuat seorang mengetahui tentang dirinya dan mempengaruhi tentang dirinya dao mempengaruhi hubungannya dengan orang lain. Anak cacat remaja adalah anak yang berusia 13-15 tahun yang mempunyai kelainan fisik atau mental, yang dapat
mengganggu at.au merupakan hambatan baginya untuk melakukan aktivitas secara layak, sehingga ia memerlukan khusus atau pelayanan khusus. cacat pada setiap orang bentuknya berbeda-beda, yang sering dijumpai adalah sebagai berikut: tuna jasmani (physical handicap), tuli, bisu (tuna rungu dan tuna wicara), buta (tuna netra), lumpuh (tuna ortopedilc), tuna rohani (mental handicap), tuna sosial (malajusted children) misalnya anak nakal dan tuna grahita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Konsep Diri Anak Cacat Mental;tuna grahita Pada Usia Remaja Di Sekolah Menengah Tingkat Pertama Luar Biasa, Labui Banda Aceh. Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling. Penelitian ini dilakukan pada t.anggal 16 Juni 2008 di Sekolah Menengah Tingkat Pertama Luar Biasa Labui Banda Aceh terhadap 31 orang responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner yang terdiri 2 bagian yaitu data demografi dan menilai gambaran konsep diri yang dilakukan dengan teknik wawancara terpimpin. Lembar kuesioner disusun dalam bentuk dichotomy question. Pengolahan data dilakukan secara manual dengan mencari nilai rata-rata dari jawaban responden. Berdasarkan hasil penelitian terhadap subvariabel diperoleh basil: Gambaran konsep diri anak cacat mental (tuna grahita) di sekolah menengah tingkat pertama luar biasa labui Banda Aceh menunjukkan 19 orang (61,3%) berada pada kategori positif, citra tubuh menunjukkan 16 orang (51,6%) memiliki kriteria negatif, ideal diri menunjukkan 20 orang (64,5%) berada pada kategori tinggi, harga diri menunjukkan 20 orang (64,5%) berada pada kategori tinggi, peran 20 orang (64,5%) memiliki kriteria sesuai,identitas diri menunjukkan 19 orang (61,3%) memiliki kriteria jelas. Peneliti menyarankan kepada diharapkan kepada para guru dan orang tua untuk lebih memperbatikan dan memberikan kasih sayang, pengarahan, bimbingan dan informasi yang lebih baik kepada anak-anak cacat mental berhubungan dengan
ekurangan yang mereka miliki sehingga mereka dapat mengalami perkembangan konsep diri yang baik.
Kata kunci : Konsep Diri Anak Cacact Mental (tuna grahita), Citra tubuh, Harga diri, Ideal diri, Peran dan ldentitas diri.
Buku Bacaan : 27 Buku (1992-2008) & 7 Artikel Internet (2007-2008
Tidak Tersedia Deskripsi
INDEKS DMF-T TUNA GRAHITA DAN TUNA RUNGU DI SMPLB YPPC LABUI KOTA BANDA ACEH (Ali Mahfud, 2015)
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI PADA REMAJA TUNA RUNGU DI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) PROVINSI ACEH TAHUN 2011 (Anna Fitri Jailani, 2023)
GAMBARAN KONSEP DIRI ORANG TUA DENGAN ANAK PENYANDANG CACAT MENTAL DI SDLB LABUI BANDA ACEH TAHUN 2016 (SAZLI, 2016)
ANALISIS PERSEPSI ORANG TUA SERTA DUKUNGAN PENDIDIKAN TERHADAP ANAK TUNA GRAHITA DI KECAMATAN MEUREUDU DAN MEURAH DUA PIDIE JAYA (ASSYURA AULIA ZF, 2018)
KOMUNIKASI ANTARPRIBADI MURID TUNARUNGU-WICARA DALAM PENYESUAIAN DIRI TERHADAP LINGKUNGAN SOSIAL DI USIA REMAJA (SHAHIRA ULFA, 2017)