IMPLEMENTASI INTERPROFESSIONAL COLLABORATION DITINJAU DARI PENGETAHUAN DAN PERSEPSI PROFESSIONAL PEMBERIAN ASUHAN TENTANG KEWENANGAN KLINIS DI RSUD MEURAXA KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

IMPLEMENTASI INTERPROFESSIONAL COLLABORATION DITINJAU DARI PENGETAHUAN DAN PERSEPSI PROFESSIONAL PEMBERIAN ASUHAN TENTANG KEWENANGAN KLINIS DI RSUD MEURAXA KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Sri Wahyuni - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1807201010018

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Kesehatan Masyarakat (S2) / PDDIKTI : 13101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Latar Belakang: Petugas kesehatan dituntut bukan hanya bekerja secara profesional saja, tetapi juga secara interprofesional untuk memberikan pelayanan secara menyeluruh sesuai kebutuhan pasien yang kompleks. Profesional Pemberi Asuhan (PPA) harus mengetahui wewenang dan tanggung jawabnya secara individu serta memahami wewenang dan tanggung jawab profesi lainnya untuk bisa bekerja secara kolaborasi interprofesional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran implementasi Interprofessional Collaboration (IPC) ditinjau dari pengetahuan dan persepsi PPA tentang Kewenangan Klinis di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh. Metode: Penelitian ini merupakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi menggunakan metode in depth interview dan Focus Group Discussion (FGD). Penelitian dilakukan di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh selama bulan Juni-Juli tahun 2020. Informan pada penelitian ini sebanyak 12 orang PPA yang terdiri dari Dokter Penanggung Jawab Pasien, Perawat, Apoteker, dan Dietisien. Hasil: Ketidakoptimalan implementasi IPC di RSUD Meuraxa disebabkan kegagalan pemahaman PPA dalam melaksanakan wewenang dan tanggung jawabnya sesuai kewenangan klinis yang dimiliki. PPA umumnya memiliki persepsi yang positif terhadap Interprofessional Collaboration dan kewenangan klinis. Kesimpulan: Peran aktif dari manajemen RSUD Meuraxa dibutuhkan dalam upaya untuk meningkatkan pelaksanaan Interprofessional Collaboration dan pengetahuan PPA tentang kewenangan klinis. Kegiatan sosialisasi berkala dan pelatihan yang berkelanjutan kepada staf harus direncanakan. RSUD Meuraxa juga harus melaksanakan telaah kebutuhan staf sesuai kompetensi dan komposisi yang ideal dalam pelaksanaan kolaborasi serta meningkatan koordinasi dan supervisi terhadap pelaksanaan IPC di layanan.

Kata Kunci: Interprofessional Collaboration, Kewenangan Klinis, Profesional Pemberi Asuhan

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK