<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="90431">
 <titleInfo>
  <title>PELAKSANAAN ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT ANEUK JAMEE DI KECAMATAN LABUHAN HAJI TIMUR KABUPATEN ACEH SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zaharuddin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah   satu keistimewaan  provinsi   Nanggroe   Aceh  Darussalam   (NAD) adalah dalam  bidang adat-istiadat terutama  dalam  adat  perkawinan  yang mempunyai kebudayaan yang sangat  kuat sejak masa  silam. Adat perkawinan yang berlaku  pada masyarakat   Aceh  sudah  kurang  berlaku  secara  keseluruhan dikalangan  masyarakat itu sendiri.  Sehingga  nilai  yang  terkandung didalamnya kurang  diperhitungkan  lagi, terutama    pada   masyarakat  Aneuk   Jamee   di   Kecamatan    Labuhan    Haji   Timur Kabupaten Aceh Selatan.&#13;
Penelitian  ini bertujuan   untuk  mengetahui   pelaksanaan  adat  perkawinan pada masyarakat Aneuk Jamee dan untuk mengetahui bentuk-bentuk perkawinan  dan kendala-kendala apa  saja  yang  terdapat  dalam  adat  perkawinan  dan  bidang  apa saja yang telah  bergeser  sera peranan  tokoh adat dalam  melestarikan adat perkawinan di Kecamatan  Labuhan  Haji  Timur Kabupaten  Aceh Selatan.  Populasii  dalam  penelitian ini adalah  tokoh-tokoh adat Aneuk  Jamee  yang ada dalam  Kecamatan  Labuhan  Haji Timur  yang berjumlah  44 orang yang terdiri dari  11  Desa yaitu tokoh adat pria, tokoh wanita,  tokoh  agama,  dan  kepala  desa.  Sedangkan   yang  ditetapkan  sebagai  sampel dalam  penelitian ini adalah  16 orang  tokob  adat yang diambil dari 4  desa yaitu desa Limau Saring, Beutong, Gunung Rotan, dan Peunalop. Pengumpulan data penulis menggunakan tehnik  observasi,  wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan  data yang diperoleh diolah  dengan  metode  deskriptif kualitatif.&#13;
Dari  hasil penelitian  menggambarkan  bahwa  tata  cara pelaksanaan   adat perkawinan dalam  masyarakat Aneuk  Jamee  tidak jauh berbeda dengan  masyarakat Aceh  pada  umumnya  Dimana   harus melalui  tahap  awal  seperti pemilihan jodoh, pelaksanaan  peminangan,  penentuan jinamu  (mahar)   dan penentuan  akad  nikah. Dalam   proses   pemilihan  jodoh  dalam   masyarakat  Aneuk   Jamee   di   Kecamatan Labuhan   Haji Timur,  orang  tua  atau  wali  lebih  berperan   karena  urusan  pemilihan jodoh  dianggap   sebagai  utang  orang  tua terhadap  anaknya.  Pelaksanaan perkawinan dilakukan  oleh  pihak wali  dari keturunan   ibu  yang  dikenal  dengan  Ninik  Mamak. Merekalah   yang  memberitahukan kepada  orang  tua  kampung  (Kepala  Desa)  untuk menyuruh   orang  tua  perempuan yang  dituakan  dikampung untuk  melakukan   proses peminangan.   Setelah   langkah-langkah  awal   telah   dilalui   maka  baru   melakukan persiapan perkawinan.&#13;
Kesimpulan dalam  penelitian   ini  menunjukkan  bahwa adat perkawinan pada   masyarakat  Aneuk   Jamee   tidak   jauh  berbeda  dengan   perkawinan  dalam&#13;
masyarakat Aceh  lainnya.  Tetapi  dalam  perkawinan Aneuk  Jamee,  wali  dari  pihak ibu  lebih   menonjol   perannya   dalam   melaksanakan   perkawinan  terhadap   seorang anak,  untuk    melestarikan  adat  istiadat  yang  berlaku  di  dalam  masyarakat  Aneuk Jamee,    para    tokoh    adat   telah    membentuk   suatu    wadah  atau    lembaga    yang mempunyai   tugas  untuk  melestarikan  dan  pengembangan adat yang ada. Disarankan kepada  Pemerintah Daerah  agar  memperhatikan adat perkawinan masyarakat  Aneuk Jamee,  karena   merupakan  salah  satu  aset  kekayaan   budaya  di  provinsi  Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>90431</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-05-07 11:29:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-05-07 11:29:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>