Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PARTISIPASI LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT (LSM) DALAM PROSES PENGAMBILAN KEBIJAKAN DI TINGKAT LOKAL (STUDI KASUS DI KOTA BANDA ACEH)
Pengarang
Wasthiyah Nur Erfa - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0810103010056
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Lembaga Swadaya Masyarakat merupakan suatu aspek yang sangat penting dalam kehidupan beregara apalagi dengan sistem pemerintahan demokrasi yang kita jalankan saat ini. Lembaga Swadaya Masyarakat merupakan salah satu faktor yang cukup penting dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, dimana peran dan fungsinya diantaranya; memonitor pemerintahan dan juga melayani masyarakat. Namun dalam kenyataanya Lembaga Swadaya Masyarakat masih belum mampu secara maksimal untuk menjalankan peran dan fungsinya tersebut.
Tujuan penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana Lembaga Swadaya Masyarakat dapat mempengaruhi proses pengambilan kebijakan di tingkat lokal/kabupaten/kota dan kendala yang dialami oleh Lembaga Swadaya Masyarakat dalam melaksanakan peran dan fungsinya tersebut.
Untuk memperoleh data dalam penulisan skripsi ini dilakukan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan yaitu untuk memperoleh data sekunder dengan cara mengakaji buku-buku dan bahan lain yang berkaitan dengan penelitian ini. Sedangkan penelitian lapangan dilakukan untuk memperoleh data primer yang dilakukan dengan cara kuisioner atau angket dan wawancara.
Hasil penelitian menujukkan bahwa Lembaga Swadaya Masyarakat di kota Banda Aceh telah menjalankan fungsinya yang terdiri dari empat kriteria, yaitu; katalisasi perubahan sistem, memonitor, memfasilitasi dan mengimplementasi program pelayanan, walaupun masih terkendala oleh beberapa faktor diantaranya pola pikir masyarakat terhadap Lembaga Swadaya Masyarakat, sistem birokrasi yang berbelit-belit, dan kendala- kendala lainnya yang acap kali menjadi penghambat bagi Lembaga Swadaya Masyarakat dalam menjalankan ke empat fungsinya tersebut.
Kedepannya, diharapkan peran Lembaga Swadaya Masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan dapat lebih ditingkatkan lagi dengan terus berusaha memberikan masukan kepada pemerintah kota tentang apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat kota Banda Aceh. Dan diharapkan kepada masyarakat untuk dapat lebih membuka diri terhadap Lembaga Swadaya Masyarakat sehingga permasalahan dalam masyarakat dapat terselesaikan dengan baik dan pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan dukungan baik moril maupun materil demi terwujudnya masyarakat madani di kota Banda Aceh
Kata Kunci: Lembaga Swadaya Masyarakat, Kebijakan.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA AKTIVIS PADA LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT DI KOTA BANDA ACEH (Salwa Hayati Hasan, 2025)
STUDI PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGENDALIAN PEMANFAATAN TATA RUANG KOTA DI KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH (RD. CECEP YUDHIE ERBA WINATA, 2015)
PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL PADA PROGRAM WISATA HALAL DI GAMPONG IBOIH KOTA SABANG (NESSA RAHAYU, 2025)
RELASI KUASA KATAHATI INSTITUTE DAN PEMERINTAH DAERAH DALAM UPAYA MENSEJAHTERAKAN MASYARAKAT DI SAMAR KILANG (HENDRI SAPUTRA, 2026)
KEBIJAKAN PENGEMBANGAN RUANG PUBLIK DALAM MENG IMPLEMENTASIKAN NILAI KEARIFAN LOKAL DI KOTA BANDA ACEH (Azhari, 2020)