Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
SISTEM BIROKRASI DINAS SOSIAL KABUPATEN SIMEULUE DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN PUBLIK BAGI MASYARAKAT TAHUN 2009-2012 (SUATU PENELITIAN DI KABUPATEN SIMEULUE)
Pengarang
Yuyun Mesadulia - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0810103010021
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Fungsi utama birokrasi adalah mengatur, memerintah, menyediakan fasilitas serta melayani kepentingan-kepentingan publik dengan efisien dan efektif. Oleh sebab itu dalam melakukan pelayanan kepada siapapun, dalam birokrasi sekali-kali tidak boleh memihak atau mementingkan teman serta saudara kita akan tetapi harus memberikan pelayanan yang terbaik dan memuaskan kepada masyarakat. Birokrasi yang buruk membuat masyarakat cenderung dipersulit dalam pengurusan admistrasi dan tidak sesuai harapan masyarakat, hal ini menyebabkan birokrasi pemerintah tidak berjalan secara norma. Salah satu contohnya yang mungkin pernah kita alami dari selama ini adalah lambatnya pemerintah menangani dan menyalurkan bantun kepada masyarakat korban bencana alam, dalam hal ini pengurusan untuk mendapatkan bantuan tersebut membutuhkan waktu cukup lama yang seharusnya bantuan itu bisa disalurkan secepatnya namun hal itu tidak kita temukan dilapangan, dengan lambatnya penyaluran bantuan itu membuat masyarakat kesulitan mendapatkan dan memenuhi kebutuhan. Inilah salah satu contoh birokrasi tidak baik yang terjadi di Aceh khususnya di Kabupaten Simeulue.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Sosial Kabupaten Simeulue dalam memberikan pelayanan publik bagi masyarakat, faktor-faktor dan kendala yang dihadapi dinas sosial Kabupaten Simeulue dalam memberikan pelayanan publik serta melihat persepsi masyarakat terhadap kinerja dinas sosial.
Penelitian ini mengunakan kajian pustaka dan lapangan, kajian pustaka dilakukan dengan mengumpulkan data-data melalui buku-buku untuk menghasilkan data skunder sedangkan kajian lapangan dilakukan dengan cara membagikan angket kepada responden dan mewawancarai informan untuk menghasilkan data primer.
Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem birokrasi dinas sosial dalam memberikan pelayanan publik di Kabupaten Simeulue sudah baik, hal ini terbukti sudah merasa puasnya masyarakat. Adapun kendala-kendala yang dihadapi oleh dinas sosial Kabupaten Simeulue dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat yaitu kurangnya anggaran yang dialokasikan, kurangnya kesadaran masyarakat dalam menaati peraturan yang ada, apatisnya masyarakat, meningkatnya jumlah penduduk, kondisi alam, sarana komunikasih terbatas, dan tenaga skil yang terbatas.
Disarankan kepada Pemerintahan Kabupaten Simeulue hendaknya mengalokasihkan dana yang lebih besar lagi dari tahun sebelumnya, serta dinas sosial kedepannya tidak kekurangan tenaga skil atau pegawai yang lulusan studi kesosialan agar tak ada kendala kedepannya dari tubuh birokrasi dinas Sosial itu sendiri. Dinas sosial Kabupaten Simeulue kedepannya hendaklah melibatkan Lembaya Swadaya Masyarakat(LSM), ulama, mahasiswa dan instansi yang terkait dalam pengambilan keputusan pelayanan publik kepada masyarakat.
Kata Kunci, birokrasi, pelayanan publik, Dinas Sosial Kabupaten Simeulue
Tidak Tersedia Deskripsi
PERKEMBANGAN MOTIF DAN BENTUK BAJU PENGANTIN DI KABUPATEN SIMEULUE (Ainun Kharismah, 2018)
UPAYA PENINGKATAN PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) DI DINAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAN KEKAYAAN DAERAH (DPKKD) KABUPATEN SIMEULUE (Budi Sastra, 2017)
FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT PELAKSANAAN KINERJA BIROKRASI PUBLIK PADA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN ACEH BESAR (Siti Sabariah, 2019)
IDENTIFIKASI SIFAT KUANTITATIF KERBAU SIMEULUE DI KECAMTAN SALANG KABUPATEN SIMEULUE (NUSRUL HALIMAN, 2019)
PERAN PEREMPUAN DI LEMBAGA LEGISLATIF (SUATU KAJIAN DI DPRK SIMEULUE PERIODE 2009-2014) (Ayon Alafanda, 2020)