PERAN DINAS KELA UTAN DAN PERIKANAN DALAM MENANGGULANGI KEMISKINAN NELAYAN DI KECAMATAN SUSOH KABUPATEN ACEH BARAT DAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERAN DINAS KELA UTAN DAN PERIKANAN DALAM MENANGGULANGI KEMISKINAN NELAYAN DI KECAMATAN SUSOH KABUPATEN ACEH BARAT DAYA


Pengarang

Ferry Kuswandi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0710101010035

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Meskipun produksi perikanan tangkap pada TPI Kecamatan Susoh mengalami peningkatan tahun demi tahun, masih banyak terdapat masyarakat nelayan yang status ekonominya masih berada di bawah garis kemiskinan Hasil observasi awal yang peneliti lakukan pada bulan Agustus 2012 di salah satu desa yang berada di kawasan pesisir Susoh, yaitu desa Lama Tuha, diketahui bahwa sebagian besar kepala keluarga (KK) di desa Lama Tuha bekerja sebagai nelayan, dan di dapat fakta bahwa hampir seluruh nelayan di desa Lama Tuha tersebut berkategori sebagai keluarga miskin.

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kemiskinan nelayan di Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya; (2) untuk menggambarkan lingkup kemampuan nelayan di Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya dalam mengatasi kemiskinan rumahtangganya; (3) untuk mengetahui peran Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Barat Daya dalam menanggulangi kemiskinan nelayan dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya sebagai bagian utama dari masyarakat pantai di Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya.

Penelitian ini dilakukan 4 buah desa di Kecamatan Susoh, yaitu desa Palak Kerambi, Rubek Mupayong, Sangkalan, dan Lama Tuha. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara yang kemudian di analisa dengan menggunakan teknik analisis deskriptif yaitu dengan pendekatan kualitatif, dengan jumlah sampel sebanyak 12 KK dani masyarakat nelayan dan 2 dari Dinas Kelautan dan Perikanan. Data yang dikumpulkan melalui wawancara di analisa dengan menggunakan teknik analisis deskriptif yaitu dengan pendekatan kualitatif.

Hasil penelitian terhadap para responden yang mewakili masyarakat nelayan miskin di Kecamatan Susoh dapat disimpulkan bahwa secara umum kemiskinan yang melanda. nelayan Kabupaten Aceh Barat Daya adalah gambaran lain dari kemiskinan yang dialami oleh masyarakat di negara berkembang khususnya di Indonesia. Faktor-faktor penyebab kemiskinan nelayan diantaranya ketertinggalan teknologi yang merendahnya produktivitas. Tanpa adanya bantuan anggota keluarga, atau adanya penghasilan tambahan responden, dan tanpa bantuan modal pemerintah dan lembaga keuangan lainnya, maka nelayan akan tetap dalam kondisi kemiskinan. Strategi sebagai nelayan untuk mengatasi kesulitan hidup dilakukan dengan cara beralih (konversi) pekerjaan, dan juga melibatkan ibu rumah tangga dan anak untuk bekerja.

Disarankan kepada pemerintah, praktisi pembangunan, dan LSM perlu melakukan kegiatan penyadaran kepada para pemilik modal dan alat produksi agar memperlakukan nelayan dengan prinsip mitra kerja untuk menghindari orientasi yang turut menjadi penyebab kemiskinan nelayan. Pemilihan kelompok nelayan yang akan diberikan bantuan sebaiknya ditetapkan dengan metode yang transparan dalam ritual sosial yang sudah mengakar misalnya dalam pengajian dan pertemuan-pertemuan kelompok nelayan. Dalam hal ini, sebaiknya dihindari membentuk unit-unit kelompok nelayan baru, karena lebih sulit untuk mengontrol dan memberdayakannya

Kata kunci: Dinas Kelautan dan Perikanan, Kemiskinan Nelayan

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK