<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="90358">
 <titleInfo>
  <title>TANGGUNG JAWAB NEGARA DALAM PENGUPAYAAN PEMBERSIHAN SAMPAH ANTARIKSA (SPACE DEBRIS) DITINJAU DARI HUKUM INTERNASIONAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUT DESRY CHAIRUNNISA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
 &#13;
Cut Desry Chairunnisa,          TANGGUNG JAWAB NEGARA DALAM&#13;
2020 &#13;
PENGUPAYAAN PEMBERSIHAN SAMPAH&#13;
ANTARIKSA (SPACE DEBRIS) DITINJAU&#13;
DARI HUKUM INTERNASIONAL&#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala&#13;
(vi, 54) pp, bibl&#13;
Rosmawati, S.H., M.H.&#13;
&#13;
Sampah antariksa (space debris) adalah benda buatan manusia yang sudah&#13;
tidak befungsi termasuk fragmen maupun elemennya yang mengorbit mengitari&#13;
bumi, baik di luar bumi maupun ketika kembali ke bumi lagi. Hampir semua benda&#13;
antariksa yang sudah tidak berfungsi lagi bergerak secara tidak terkontrol, baik di&#13;
antariksa maupun saat jatuh ke bumi. Berdasarkan Liability Convention 1972,&#13;
terdapat beberapa bentuk tanggung jawab yaitu mutlak atau absolute based on fault.&#13;
Namun, dalam praktiknya negara-negara yang telah meratifikasi tidak serta merta&#13;
menerapkan ketentuan daripada konvensi tersebut dalam hal pertanggungjawaban&#13;
atas sampah antariksa.&#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pertanggungjawaban&#13;
baik dari pihak negara pemilik sampah antariksa maupun negara peluncur. Selain&#13;
itu, penelitian ini juga mengkaji terkait cara atau upaya dari masing-masing negara&#13;
dalam membersihkan sampah antariksa serta kendala yang dihadapi terkait hal&#13;
tersebut.&#13;
&#13;
Penulisan ini menggunakan metode normatif dengan teknik pengumpulan&#13;
data melalui penelitian kepustakaan. Penelitian keputstakaan dengan cara&#13;
mempelajari buku-buku baik karangan dari dalam negeri maupun luar negeri, karya&#13;
ilmiah, peraturan internasional, undang-undang, jurnal, artikel, maupun media&#13;
massa lainnya yang berhubungan dengan judul tersebut.&#13;
&#13;
Berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini di dapati bahwa beberapa&#13;
negara menjadi salah satu pelaku di dalam kepemilikan sampah antariksa, baik dari&#13;
bekas bagian dari suatu roket, satelit bekas maupun satelit yang sengaja di&#13;
hancurkan melalui uji senjata. Beberapa sampah antariksa yang menimbulkan&#13;
permasalahan ada yang dapat diselesaikan dengan negara yang bersangkutan tetapi&#13;
ada pula yang tidak diselesaikan karena negara bersangkutan tidak berfikir hal&#13;
tersebut membahayakan bagi negaranya. Upaya di dalam pembersihan sampah&#13;
antariksa sudah ada, tapi banyak di antaranya terhambat oleh biaya yang besar&#13;
maupun pihak yang tidak setuju karena dianggap tidak ramah lingkugan. &#13;
Oleh karena itu, disarankan agar setiap negara bersama-sama memikirkan&#13;
penanggulangan upaya pembersihan sampah antariksa yang efektif, tidak&#13;
menggunakan biaya yang besar serta tidak merusak lingkungan, baik di ruang&#13;
angkasa maupun di bumi. &#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>90358</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-05-03 12:47:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-05-03 14:22:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>