Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH PINJAMAN LUAR NEGERI PEMERINTAH TERHADAP JUMLAH PENDUDUK MISKIN DI INDONESIA
Pengarang
Oni Andesra - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0401101010033
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ekonomi Pembangunan (S1) / PDDIKTI : 60201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pinjaman luar negeri pemerintah terhadap jumlah penduduk miskin di Indonesia. Penelitian ini dilakukan di Indonesia dengan menggunakan data sekunder periode 1990-2008 yang bersumber dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, dan instansi yang terkait dengan penelitian ini. Data dianalisis dengan pendekatan deskriptif dan kuantitatif melalui penyajian dan penyusunan data ke dalam tabel yang dianalisis dengan menggunakan model regresi linier.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh model persamaan :Np =6.069.654,89 + 0,000224PLN. Koefisien regresi pinjaman luar negeri (?) sebesar
0,000224, artinya apabila terjadi penambahan pinjaman luar negeri Indonesia sebesar
US$ 1, maka akan menyebabkan bertambahnya penduduk miskin di Indonesia sebanyak 0,000224 jiwa, atau setiap bertambahnya pinjaman luar negeri sebanyak USS 1.000.000, maka akan menyebabkan bertambahnya penduduk miskin di Indonesia sebanyak 224 jiwa. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,503, artinya pinjaman luar negeri memiliki pengaruh yang relatif kuat (50,30 persen) terhadap jumlah penduduk miskin di Indonesia, sedangkan sisanya (49,70 persen) dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti cicilan hutang, bunga pinjaman, politik, dan keamanan. Pinjaman luar negeri pemerintah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah penduduk miskin di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari tingkat signifikan 0,001 atau 0,1 persen dengan interval keyakinan 5 persen. Atas dasar ini disarankan pemerintah mampu membuat kebijakan yang tepat sasaran untuk mengurangi jumlah penduduk miskin di Indonesia. Kebijakan padat karya merupakan metode yang sangat tepat diterapkan di Indonesia karena masih banyak penduduk Indonesia yang menganggur. Pengangguran yang berujung kemiskianan harus segera diatasi dengan membuka lapangan kerja demi terciptanya kesejahteraan yang lebih baik.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH PINJAMAN LOAR NEGERI DAN SURAT BERHARGA NEGARA TERHADAP PRODUK DOMESTIK BRUTO INDONESIA (Munawir, 2020)
PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH BIDANG PENDIDIKAN DAN KESEHATAN TERHADAP JUMLAH PENDUDUK MISKIN DI INDONESIA (FAIZANNA, 2020)
PENGARUH PINJAMAN LUAR NEGERI PEMERINTAH TERHADAP CADANGAN DEVISA INDONESIA (SARI YULIS, 2020)
PENGELUARAN PEMERINTAH TERHADAP PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI INDONESIA (Subhan, 2021)
PENGARUH ALIRAN MODAL ASING TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA (DINDA AINUN ZUHRA, 2017)