<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="90314">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN KENAKALAN REMAJA PADA REMAJA YANG KEHILANGAN ORANG TUA DIPANTI ASUHAN NIRMALA LAMPINEUNG BANDA ACEH TAHUN 2007</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Arfiza Ridwan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kenakalan   remaja  atau Juvenile Delinquency  adalah  suatu  problem  yang  senantiasa muncul   di   tengah-tengah  masyarakat.   Masalah   tersebut   hidup,   berkembang   dan membawa    akibat    tersendiri    sepanjang     masa.    Penelitian    ini    bertujuan    untuk mengetahui  gambaran  kenakalan  remaja pada remaja yang  kehilangan  orang  tua  di Panti  Asuhan  Nirmala  Lampineung   Banda  Aceh.  Desain  penelitian  yang  digunakan adalah  deskriptif eksploratif.   Metode  pengambilan   sampel  yang  digunakan   adalah total  sampling  dan  diperoleh  sampel  yaitu  15  orang  pengasuh  di  Panti  dan  34  wali kelas.   Pengumpulan   data   dilakukan    dengan   menggunakan   kuesioner    dan   data dianalisa   secara  manual  dengan  menggunakan  skala  ordinal  yang  disajikan  dalam bentuk tabel distribusi  frekuensi.  Dari  hasil penelitian  diperoleh  gambaran  kenakalan remaja  yang   tidak   dapat   digolongkan    kepada   pelanggaran    hukum   berada   pada kategori  tidak ada,  masing-masing  sebanyak  66,67%  menurut  pengasuh  dan  67,64% menurut  wali  kelas, dan pada  kategori  ada  sebanyak  33,33%  menurut  pengasuh  dan 32,35%   menurut   wali  kelas.   Sedangkan   gambaran   kenakalan   remaja   yang  dapat digolongkan   kepada   pelanggaran   hukum   berada  pada  kategori  tidak  ada,  masing- masing  sebanyak  73,33%  menurut  pengasuh  dan  94,11  %  menurut  wali  kelas,  dan pada  kategori   ada  sebanyak   26,67%   menurut   pengasuh   dan  5,89%  menurut   wali kelas. Secara keseluruhan  dapat disimpulkan  bahwa gambaran  kenakalan  remaja pada remaja yang kehilangan  orang tua di Panti Asuhan Nirmala Lampineung  Banda  Aceh tahun 2007  berada  pada kategori  tidak ada, yaitu sebesar  70% menurut  pengasuh  dan&#13;
80,88%   menurut  wali   kelas.  Hal  ini   berarti  tidak  ada  kenakalan   remaja   di  Panti Asuhan  Nirmala  Lampineung  Banda Aceh pada tahun 2007. Berdasarkan  hal tersebut disarankan kepada pengasuh dan sekolah untuk meningkatkan dan mempertahankan pengawasan  dan pembinaan  terhadap remaja agar kenakalan  remaja  dapat dihindari.&#13;
 &#13;
Kata Kunci:  Kenakalan  Remaja&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>90314</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-29 14:51:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-29 14:52:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>