<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="90233">
 <titleInfo>
  <title>KETIMPANGAN PENDAPATAN REGIONAL DI PROVINS! ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fajri Hadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Persoalan  ketimpangan  dengan  segala konsekuensinya sering dialami  oleh negara-negara  sedang berkembang.  Negara-negara  ini berusaba untuk memacu pertumbuhan      ekonomi     yang   tinggi  dengan   mengko nsentrasikan  kegiatan pembangunan   di   pusat-pusat    pertumbuhan    tertentu    yang   biasanya    di   daerah perkotaan. Pusat pertumbuhan  ini diharapkan  mampu memacu pertumbuhan  ekonomi daerah  sekitarnya  sebagai  daerah  pemasok  kebutuhan  pusat  pertumbuhan.  Namun, tanpa disadari kebijakan tersebut menimbulkan persoalan baru yaitu ketimpangan pendapatan  antara daerah sekaligus juga ketimpangan pembangunan antar daerah.Ketimpangan    pendapatan    dapat    memperburuk    kondisi    perekonomian wilayah   karena  ada  daerah  tertentu  yang  mengalami _  pertumbuhan   ekonomi   lebih tinggi sementara daerah lain tertinggal. Pendekatan  Williamson digunakan untuk menentukan  berapa  besar ketimpangan  pembangunan  antar daerah di provinsi  Aceh. Data dalam penenlitian ini adalah data sekunder, meliputi dari duapuluh tiga kabupaten/kota.Hasil  analisis  indeks  williamson  menunjukkan  di  Kabupaten/kota mengalami   ketimpangan   yang  sangat  tinggi  pada  tahun   2000  dan  terns  tumbuh sehingga  pada tabun  2009 ketirnpangannya  turun  di bawah rata-rata  meskipun  masib berada  di  tingkat  ketimpangan  pembangunan   namun  mampu  menunjukkan pembangunan  yang  lebih  baik,  misalnya  Kabupaten  Nagan  Raya  pada  tahun 2000 mengalami  ketimpangan  yang  sangat  tinggi  dan  selanjutnya  menurun   pada  tabun&#13;
2009 dengan indeks ketimpangan (IW) di bawah rata-rata.&#13;
&#13;
Kata kunci: Ketimpangan, pendapatan,  regional,  Provinsi Aceh.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>90233</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-26 13:02:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-26 13:03:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>