<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="90151">
 <titleInfo>
  <title>REVIEW:</title>
  <subTitle>KARAKTERISTIK EDIBLE FILM DAN EDIBLE COATING BERBASIS PATI DAN PEKTIN SERTA PENGAPLIKASIANNYA PADA BUAH-BUAHAN</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SALSA MIFTADESVA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada umumnya, edible packaging terbagi atas dua jenis yaitu edible film dan edible coating. Analisis sifat mekanik  dari film pati dan pektin nilai kuat tarik tertinggi pada pati jagung dengan ekstrak okra (66,98 - 140,30MPa) dan  pektin LM-12 CG dengan fiber kulit jagung (52 - 140MPa).  Nilai elongasi tertinggi film pati jagung dengan GO/PVA (143,78 - 184,03%) dan pektin LM-12 CG dengan penambahan fiber kulit jagung (36 – 40%). Sedangkan pada modulus young tertinggi oleh film dari pati singkong dengan nanorod ZnO (892  - 1424MPa) dan pektin  apel penambahan kitosan  (6,21 – 24,23MPa). Permeabilitas uap air  terendah oleh edible film dari pati sorghum dengan  modifikasi asam (5,1x10-13 – 7,2x10-13 Kg.m/m2.s.Pa) dan pektin (9,7x10-19 – 10,6x10-19 Kg.m/m2.s.Pa). Uji susut bobot pada edible coating pati dengan persentase penurunan terendah edible coating pati beras di aplikasikan pada buah pisang mengalami persentase penurunan sebesar 2,05% jika dibandingkan dengan buah pisang kontrol. Pada hari ke-10 terjadi penurunan susut bobot (3,18%) pada edible coating berbasis pati yang diaplikasikan pada buah pisang, dan edible coating berbasiss pektin 3% yang diaplikasikan mengalami penurunan susut bobot pada hari ke- (15%) pada edible coating berbasis pektin 3% yang diaplikasikan pada buah pisang. Kekerasan tertinggi dihasilkan oleh edible coating berbahan pati beras yang di aplikasikan pada buah pisang dan menghasilkan kekerasan sebesar 6N pada hari ke-10, sedangkan pada pektin yang diaplikasikan pada buah pisang pada perlakuan pektin 3% dan menghasilkan kekerasan sebesar 42,37N pada hari ke-5. Uji total padatan terlarut terendah edible coating pati singkong yang di aplikasikan pada buah jambu biji  sebesar 9,83oBx pada hari ke-7, sedangkan pada pektin yang diaplikasikan pada buah pisang perlakuan pektin 2% menghasilkan total padatan terlarut sebesar 7,40oBx pada hari ke-5.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>90151</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-20 11:48:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-20 12:32:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>