<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="90114">
 <titleInfo>
  <title>PERAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO DALAM MEMBERDAYAKAN PETANI DI KABUPATEN PIDIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Abdurrahman</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abdurrahman,  &quot;Peran   Lembaga   Keuangan   Mikro  Dalam  Memberdayakan Petani  di  Kabupaten  Pidie&quot;  di  bawah  bimbingan  Bapak  Ir. M.  Nassir  Hawy.  MS selaku  pembimbing pertama  dan  Bapak  Ir. T.  Bachtiar  Usman  selaku  pembimbing kcdua.&#13;
Dengan  paradigma  baru  pembangunan  pertanian yang sebelumnya berorientasi  pada produksi diubah  berorientasi agribisnis serta menempatkan pembangunan  sistem   agribisnis   sebagai   penggerak   utama   pembangunan  ekonorni Indonesia  secara  keseluruhan.Pandangan  strategis yang  berdasarkan   arahan&#13;
Pemerintah menyebutkan  bahwa  Usaha  Kecil  Menengah   (UKM) memiliki   potensi yang  sangat   besar   dalam   memperkokoh  struktur usaha.  menciptakan  kesempatan usaha dan  lapangan kerja  serta  meningkatkan pendapatan rakyat.  Selain  itu, menjadi altematif  untuk   menyelesaikan  masalah   nasional   (pengangguran  dan  kemiskinan) mempercepat tujuan Nasional (pemerataan, kemakmuran dan keadilan  sosial).&#13;
Lembaga  Keuangan Mikro merupakan  salah satu fakor yang mendukung perencanaan pemerintah  dalam  memberdayakan  petani  untuk  meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat. Keberadaan lembaga keuangan  mikro tidak dapat dipisahkan  dari usaha-usaha penanggulangan kemiskinan dan menjadi faktor kritikal, maka jelas bahwa  lembaga  keuangan  mikro berpengaruh dalam menstabilkan perekonomian nasional.&#13;
Pemerintah melalui Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi (BRR)  NAD-Nias berupaya memulihkan  kondisi ekonomi masyarakat di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam   pasca  konflik,   gempa  clan tsunami .   Program   pemberdayaan   ekonomi rakyat  melalui  Lembaga  Keuangan  Mikro  (LKM)  merupakan  salah  satu jalan  yang efektif  bila  dijalankan  sesuai  dengan  kriteria  dan  prosedur  yang  telah  diterapkan.Lembaga     Keuangan     Mikro     memiliki     potensi     yang     sangat     besar     untuk mengembangkan   dan memajukan  perekonomian   Aceh,  terutama  mengingat   masih sulitnya akses menyarakat  terhadap  sektor perbankan.Dari  uraian  di  atas,  maka  perlu  adanya  suatu  penelitian  sejauh  mana  peran lembaga keuangan  mikro  dalam  memberdayakan   petani.  Penelitian  ini dilakukan  di Kabupaten   Pidie   tepatnya   pada   Lembaga   Keuangan   Mikro,  dari   14   Lembaga Keuangan  Mikro (LKM)  yang ada di Kabupaten  Pidie dipilih tiga Kecamatan  sebagai sample.  Permasalahan  yang dilihat adalah sejauh  manak ah Peran Lembaga  Keuangan Mikro dalam memberdayakan petani di Kabupaten Pidie. Jumlah responden pada penelitian   ini   berjumlah   45  orang.   Pemilihan   lokasi   penelitian   dilakukan   secara sengaja  dengan  asumsi    di  ketiga  Kecamatan  ini terdapat  banyak  petani  dan unit usaha  yang  menerima  bantuan  modal  usaha  dari  Lembaga  Keuangan  Mikro  (LKM) yang  sumber  dananya  berasal  dari  BRR  NAD-Nias,  dengan  objek  penelitian  terdiri dari Lembaga  Keuangan  Mikro  (LKM) dan petani peminjam.Metode   penelitian   ini   menggunakan   metode   survey. Pengambilan   sampel menggunakan    3  stage  cluster  sampling.   &#13;
Tujuan   penelitian   ini  adalah  untuk mengetahui   peranan  Lembaga  Keuang  Mikro  dalam  memberdayakan   petani  di Kabupaten Pidie.&#13;
Karakteristik responden yang dilihat  meliputi umur, tingkat  pendidikan, dan jumlah tanggungan. Peran lembaga keuangan mikro dalam memberdayakan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat muncul karena adanya suatu kondisi dimasyarakat,  kondisi   sosial  ekonomi  masyarakat  yang  rendah  mengakibatkan mereka tidak  mampu  dan  tidak  tahu.  Hal  ini  terjadi  karena  mereka tidak  dapat menikmati  pendidikan yang  memadai, ketidakmampuan  dan  ketida1ctahuan masyarakat mengakibatkan produktivitas mereka rendah.&#13;
Lembaga   Keuangan   Mikro   yang   hadir   ditengah   kehidupan  petani   di Kabupaten Pidie bertujuan untuk memberdayakan masyarakat. Hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa Lembaga Keuangan Mikro yang ada di Kabupten Pidie berperan dalam memberdayakan petani. Dengan dua program yang dicanangkan oleh LKM dan manajeman yang diterapkan, maka masyarakat di daerah penelitian merasakan sudah diberdayakan.&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>90114</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-16 12:52:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-16 12:53:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>