<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="90085">
 <titleInfo>
  <title>KEBIJAKAN MONETER DAN PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>IRFAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian   ini bertujuan   untuk  mengetehui  hubungan  antara jumlah   uang  beredar, tingkat  suku  bunga  Bank  Indonesia  dan  pertumbuhan   ekonomi  di  Indonesia.  Data  yang digunakan  dalam  penelitian  ini adalah  data  sekunder  yang  dikumpulkan secara berjangka (time series) pada berbagai  instansi terkait seperti pada Kantor Badan Pusat Statistik  (BPS), Bank    Indonesia    dan   instansi-instansi   lain   yang   mendukung    penelitian    ini.Teknik pengumpulan   data  yang  dilakukan   adalah  dengan  cara  pencatatan   dan  studi  kepustakaan. Model    analisis    yang    digunakan     adalah    model    Granger   Causality.yang diolah menggunakan peralatan  statistika  berupa program  shazam.&#13;
Berdasarkan dari  basil penelitian dan pembahasan dengan  menggunakan Wald  tes menunjukkan selama  periode  1990-2009, jumlah  uang  beredar  (JUB)  berpengaruh  positif dan  signifikan  terhadap  pertumbuhan  ekonomi  (PDB).  Dimana  P-value  sebesar  0.05  dan tingkat  keyakinan   95  persen.  Artinya  Peningkatan jumlah  uang  beredar   berakibat  pada peningkatan  pertumbuhan ekonomi  karena dengan jumlah uang beredar lebih banyak  maka suku   bunga   menurun.    Jika  suku   bunga   menurun    maka    investasi   akan   meningkat Peningkatan  investasi  berarti  terjadi  peningkatan kegiatan  ekonomi  sehingga  pertumbuhan ekonomi  meningkat. Suku  bunga  (SBI) juga  berpengaruh  positif dan  signifikan  terhadap pertumbuhan ekonomi  dengan  tingkat  keyakinan  90 persen.  PDB  berpengaruh  positif  dan signifikan  terhadap  JUB di  Indonesia  Dimana  tingkat  keyakinan   99  persen  dan  P-value 0.01. Sedangkan  SBI tidak berpengaruh   terhadap  JUB. Dimana, P-value  0.56.  Tetapi suku bunga  memiliki  hubungan  negatif terhadap  jumlah uang beredar  yang  ditandai  oleh  nilai statistik t sebesar  -0,5683.  Hal ini berarti  naiknya  tingkat  suku bunga  akan mengakibatkan berkurangnya jumlah  uang  beredar.  Pertumbuhan  ekonomi   tidak  berpengaruh   terhadap suku  bunga  (SBI).  Tetapi  memiliki   hubungan  negatif  terhadap   tingkat  suku  bunga  yang ditandai  oleh nilai statisti.k t sebesar  -0,3590. Artinya  apabila  terjadi pertumbuhan ekonomi maka  akan  menurunkan   tingkat  suku  bunga  Bank  Indonesia.  Dan jumlah  uang  beredar tidak    berpengaruh   terhadap   suku  bunga  Bank  Indonesia  Dimana   P-value  0.85.  Tetapi memiliki  hubungan  negatif terhadap tingkat  suku bunga Bank Indonesia  yang ditandai  oleh nilai  statistik  t sebesar  -0,1830.  Artinya  apabila  terjadi  peningkatan  jumlah uang  beredar maka akan menurunkan  tingkat  suku bunga Bank Indonesia.Secara  teoritis  maupun   empiris,  dalam  jangka panjang   kebijakan   moneter  hanya berpengaruh    pada   inflasi.  Dalam   jangka  pendek,   kebijakan  moneter  yang  ekspansif memang  dapat  digunakan  untuk  memberikan   stimulus  pada  perekonomian, terutama jika kebijakan  moneter   tidak  diantisipasi   oleh  pelaku  pasar.  Namun,   dalam  jangka panjang, ketika kebijakan moneter tersebut  telah dirasakan  oleh masyarakat  melalui kenaikan  inflasi, yang  terjadi  adalah  ekspektasi   inflasi  masyarakat   semakin  meningkat   dan  pertumbuhan ekonomi  bahkan  mengalami  penurunan.&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>90085</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-14 14:22:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-14 14:24:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>