ANALISIS PRODUKSI OPTIMUM PADA IND USTRJ KERIPIK SINGKONG (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN KEMBANG SARI DESA KARANG ANYAR KECAMATAN LANGSA BARAT DI KOTA LANGSA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS PRODUKSI OPTIMUM PADA IND USTRJ KERIPIK SINGKONG (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN KEMBANG SARI DESA KARANG ANYAR KECAMATAN LANGSA BARAT DI KOTA LANGSA)


Pengarang

Nismalinda - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9951210117

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Nismalinda, " Analisis Produksi Optimum pada Industri eripik Singkong (Sudi Kasus Pada Perusahaan Kembang Sari Kecamatan Langsa Barat Di Kota Langsa)" dibawah bimbingan Ir Syarifah Lies Fuaidah, M.Si sebagar pembimbing utama dan Ir Kadir Zailani sebagair pembimbing kedua.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jumlah produksi optimum dari masing-masing faktor produksi ubi kayu, minyak goreng dan tenaga kerja pada industri keripik singkong Kembang Sari Penelitian ini merupakan studi kasus (Case Study) pada perusahaan kembang sari.Batasan vanabel yang digunakan adalah produksi kenpik singkong sebagar variabel terikat (Y), ubi kayu (X). minyak goreng (X) dan tenaga kerja (X,) sebagai variabel bebas. Data untuk analisa diambil dari rentang waktu bulan januari sampai desember 2003.
Model analisis yang digunakan adalah model fungsi produksi Cobb Douglas yang telah disederhanakan kedalam bentuk regresi, hasil yang diperoleh sebagai berikut:
Y=-Log 0,0047 + 0,4384 Log X, + 0,5482 log X + 0,0089 Log X Uji F terhadap variabel tersebut menunjukkan bahwa faktor produksi berpengaruh nyata terhadap produksi keripik singkong ( Fa > Faa pada taraf 95%). Uji t untuk masing-masing variabel menunjukkan bahwa bahwa tune ? l%tel pada taraf 95%. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa produksi yang berlangsung berada pada kondisi Decreasing Return to Scale yaitu proporsi penambahan faktor produksi melebihi proporsi penambahan produksi yang diperoleh dengan jumlah nilai elastisitas produksi lebih kecil daria satu Kondisi optimum dari penggunaan faktor produksi dapat dihihat dari produk marginalnya, untuk ubi kayu akan tercapai pada produk marginal 0,059, minyak goreng dapat tercapai produk marginalnya 0,6617 sedangkan tenaga kerja akan tercapai apabila produk marginalnya 1,4706.Produk optimum pada penggunaan faktor produksi ubi kayu (X) = 572,40 Kg/bulan pada saat penggunaan X dan X konstan. Produksi optimum pada penggunaan faktor produksi minyak goreng (X) = 116,69 Kgbulan pada saat X, dan X konstan. Produksi optimum pada penggunaan faktor produksi tenaga kerja (Xs)=29,78 Kg/bulan pada saat X dan X konstan.







Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK