<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="90062">
 <titleInfo>
  <title>PERANAN DANA ALOKASI UMUM DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP KEMAMPUAN KEUANGAN PEMERINTAH PROPINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mutia Ramadhani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar peranan besarnya Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap kemampuan modal pembangunan    pemerintah   Aceh. Penelitian ini dilakukan di Aceh dengan menggunakan data sekunder periode 1998-2007  yang bersumber dari Kantor Badan Pusat Statistik Aceh. Data dianalisis dengan pendekatan deskriptif dengan cara melihat perubahan-perubahan DAU, PAD, dan belanja daerah.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Selama periode 1998-2007, PAD provinsi Aceh belum mampu memcnuhi 20 persen dari pengeluaran/belanja daerah. Ini berarti selama periode 1998-2007,  provinsi  Aceh belum dapat digolongkan provinsi  yang mandiri. Pencapaian tertinggi  terjadi pada tahun 2006 dimana PAD hampir  mampu  memenuhi   20  persen dari  pengeluaran pemerintah. Sedangkan pencapaian kemandirian daerah  terendah terjadi pada tahun 2003.Oleh   sebab   itu,   upaya  untuk   peningkatan  pendapatan   daerah  khususnya pendapatan  asli  daerah harus lebih  dimaksimalkan agar tercapainya  pendapatan asli daerah yang maksimal dan dapat membiayai  lebih banyak kegiatan pemerintah daerah provinsi Aceh. Upaya pemenuhan 20 persen dari pengeluaran pemerintah harus lebih ditingkatkan  guna pencapai gelar provinsi yang mandiri. Pengalokasian belanja pemerintah harus mengutamakan  pos-pos anggaran untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat Aceh. Pengalokasian yang tepat diharapkan dapat terciptanya kesejahteraan yang tinggi dan merata di provinsi Aceh.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>90062</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-13 11:21:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-13 11:21:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>