Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH EKSTRAK ALGA MERAH (GRACILARIA VERRUCOSA) TERHADAP JUMLAH FIBROBLAS PADA HARI KE-7 PENYEMBUHAN LUKA (STUDI PADA TIKUS PUTIH GALUR WISTAR (RATTUS NORVEGICUS))
Pengarang
GHINA ALYA SHAFIRA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1713101010028
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran Gigi / Pendidikan Dokter Gigi (S1) / PDDIKTI : 12201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Nama : Ghina Alya Shafira
Program Studi : Pendidikan Dokter Gigi
Judul : Pengaruh Ekstrak Alga Merah (Gracilaria verrucosa) Terhadap
Jumlah Fibroblas Pada Hari Ke-7 Penyembuhan Luka (Studi Pada
Tikus Putih Galur Wistar (Rattus norvegicus))
Penyembuhan luka adalah sebuah proses dinamis yang melibatkan interaksi kompleks antara sel, molekul, dan aktivitas psikologi yang menghasilkan regenerasi dan pergantian jaringan ikat yang rusak pada bagian yang terluka. Proses penyembuhan luka terdiri dari fase inflamasi, fase proliferasi, dan fase remodeling. Gracilaria verrucosa memiliki potensi sebagai alternatif obat-obatan herbal karena mengandung senyawa steroid, saponin, fenolik, vitamin C dan asam oleat yang dapat berfungsi sebagai analgesik, antiinflamasi, dan antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak alga merah (Gracilaria verrucosa) terhadap jumlah fibroblas pada hari ke-7 penyembuhan luka pada hewan coba tikus putih galur wistar (Rattus norvegicus). Penelitian ini bersifat eksperimental laboratoris dengan desain post test only control group menggunakan 20 ekor tikus yang dibagi menjadi empat kelompok yaitu, kelompok kontrol (diaplikasikan akuades sediaan gel), kelompok perlakuan 1 (gel ekstrak alga merah 2,5%), kelompok perlakuan 2 (gel ekstrak alga merah 5%), dan kelompok perlakuan 3 (gel ekstrak alga merah 10%) yang diaplikasikan secara topikal pada pagi dan sore hari. Setiap kelompok dieutanasia pada hari ke-7, kemudian jaringan luka diamati secara histologi. Hasil penelitian menunjukkan jumlah fibroblas pada kelompok kontrol rata-rata 9,8±2,17, kelompok perlakuan 1 rata-rata 9,6±4,44, kelompok perlakuan 2 rata-rata 10,6±5,03, dan kelompok perlakuan 3 rata-rata 7,8±4,43. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan ekstrak alga merah (Gracilaria verrucosa) terhadap jumlah fibroblas pada hari ke-7 penyembuhan luka pada tikus putih galur wistar (Rattus norvegicus).
Kata kunci : Gracilaria verrucosa, Fibroblas, Penyembuhan Luka.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH EKSTRAK ALGA MERAH (GRACILARIA VERRUCOSA) TERHADAP JUMLAH POLYMORPHONUCLEAR (PMN) PADA FASE INFLAMASI PENYEMBUHAN LUKA TIKUS PUTIH GALUR WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) (Noviandi Indum Putra, 2021)
PENGARUH EKSTRAK ALGA MERAH (GRACILARIA VERRUCOSA) TERHADAP JUMLAH SEL FIBROBLAS PADA HERI KE – 14 PENYEMBUHAN LUKA (STUDI PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS)) (KHAERUNISA DESTIANA, 2022)
PENGARUH GEL EKSTRAK ALGA MERAH (GRACILARIA VERRUCOSA) TERHADAP PROSES PENYEMBUAN LUKA HARI KE-28 (STUDI PADA TIKUS WISTAR [RATTUS NORVEGICUS]) (YENNI ROMADHONI PURNAMA SARI, 2021)
PERBANDINGAN PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ALGA MERAH DENGAN POLYVINYLPIRROLIDONE-SODIUM HYALURONATE GEL TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PADA TIKUS PUTIH. (ZUHRA MARFIRAH, 2020)
PENGARUH EKSTRAK DAUN ANDONG (CORDYLINE FRUTICOSA) TERHADAP JUMLAH FIBROBLAS GINGIVA TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN SECARA HISTOPATOLOGIS (PADA HARI KE-14) (Henny, 2014)